| Kasek MAN 1 Jual 20 HP Siswa |
| Kamis, 03 Juli 2008 | |
|
Kandepag Minta Pertanggungjawaban
KOTA (RP) - KESAL dengan sikap siswa yang tidak mematuhi larangan membawa handphone ke sekolah, Kepala Sekolah (Kasek) MAN 1 Bandeng Dra Hj Hayatiroh menyita 20 alat komunikasi tersebut. HP yang disita langsung dijual. Uang hasil penjualan langsung dibelikan perlengkapan sekolah seperti bangku, kursi, dan peralatan lainnya. Menanggapi hal ini Kepala Kantor Departemen Agama (Kakandepag) Pekanbaru Tarmizi Tohor menegaskan, akan meminta pertanggung jawaban Kasek MAN 1 bandeng dalam waktu dekat ini. Kandepag segera memanggil Kasek, untuk mengetahui permasalahan sebenarnya. ‘’Terus terang saya belum mengetahui penjualan HP ang dilakukan Kasek MAN 1 Bandeng. Kita minta pertanggungjawaban Kasek, mengapa sampai menjual HP tersebut? Duduk permasalahan sebenarnya saya belum tahu, makanya kita panggil yang bersangkutan,’’ kata Tarmizi Tohor kepada wartawan Selasa (2/7), di Pekanbaru. Tarmizi Tohor mengaku, belum bisa mengambil keputusan terkait permasalahan penjualan HP. Sebab, masalah ini masih dalam tahap pembicaraan. Bukti mengenai kesalahan Kasek, tambah dia, belum diketahui dengan jelas. Bila sudah ada bukti lebih lanjut, Tarmizi Tohor berjanji memberikan tindakan tegas berupa teguran kepada kasek. Namun teguran itu, harus disertai dengan alasan Kasek melakukan tindakan tersebut. ‘’Bila siswa yang bersalah dan melanggar imbauan Kasek, tentulah tidak ada tindakan. Tapi bila Kasek yang secara sengaja menyita HP dan menjualnya, tentu saja ada tindakan kepada Kasek bersangkutan,’’ ujarnya. Sementara itu Kasek MAN 1 Bandeng Dra Hj Hayatiroh menjelaskan, kebijakan sekolah sudah jelas bahwa siswa tidak boleh membawa HP. Kebijakan ini menurut dia, sudah sesuai dengan imbauan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). Mengenai penyitaan 20 unit HP ini, Hayatiroh menjelaskan, sebanyak 20 HP yang disita dengan alasan, alat komunikasi ini banyak disalahgunakan oleh siswa. Di dalam HP terdapat gambar porno. Lagi pula, sebelum melakukan penyitaan sekolah sudah memperingatkannya kepada siswa. ‘’Jangan membawa HP ke sekolah sudah kita serukan kepada seluruh siswa. Tapi tidak diindahkan, makanya kita sita. Dari catatan kami sejak 2006 lalu, sebanyak 20 HP disita. HP itu sudah dijual. Uangnya kita belikan peralatan sekolah seperti bangku, kursi, lemari, dan peralatan lainnya,’’ jelas dia.(new) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






