| Kapolda Deadline Anggota Sebulan Ungkap Pelaku Perampokan |
| Rabu, 02 Juli 2008 | |
KOTA (RP) KAPOLDA Riau, Brigjen Pol Drs Hadiyatmo MM mendeadline seluruh jajaran kepolisian yang ada di Riau, khususnya Pekanbaru selama sebulan untuk mengungkap kasus perampokan yang terjadi akhir-akhir ini.‘’Kepada anggota, saya beri waktu selama sebulan, untuk pengungkap pelaku perampokan ini,’’ ungkapnya kepada Riau Pos (1/7) kemarin. Menurutnya, selama menjabat Kapolda di Riau, khusus untuk wilayah Kota Pekanbaru sudah tiga kali aksi perampokan terjadi. Pertama kali, terjadi di kantor PTPN V. Di mana saat itu pelaku membobol mesin ATM Mandiri yang berisi uang Rp334 juta. Sebelum menjalankan aksinya, pelaku yang diperkirakan lebih dari dua orang itu melumpuh enam Satpam dengan cara mengikat tangan dan mulut dilakban. Kejadian kedua terjadi Senin dinihari (30/6) sekitar pukul 02.00 WIB di PT Tirta Sumber Mekar Sari, Jalan Soekarno Hatta, Gang Melayu, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, dengan kerugian Rp200 juta. Terakhir, dalam malam yang sama, sekitar pukul 00.00 WIB, perampokan terjadi di rental playstation (PS) milik Makruf, Jalan Rambutan, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, dengan kerugian Rp10 juta. Dalam aksinya, para pelaku ini menggunakan senpi dan senjata tajam. Dua Satpam Diperiksa Intensif Sementara itu, pantauan Riau Pos, Selasa siang (1/7) di ruang Mapoltabes Pekanbaru, dua Satpam PT Tirta Sumber Mekar Sari, Riski Gunawan (22) dan Popy Irawan (33) diperiksa intensif. Keduanya diperiksa di ruang penyidik intelkam. Kapoltabes Pekanbaru, Kombes Pol Drs Moechgiyarto SH MHum yang dikonfirmasi Riau Pos melalui Kasat Reskrim, Kompol Alfis Suhaili SIK, Selasa (1/7) membenarkan hal tersebut. ‘’Untuk pelaku perampokan sendiri, saat ini kita masih melakukan penyilidikan dan pengembangan barang bukti di lapangan,’’ ungkapnya.(m) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





KOTA (RP) KAPOLDA Riau, Brigjen Pol Drs Hadiyatmo MM mendeadline seluruh jajaran kepolisian yang ada di Riau, khususnya Pekanbaru selama sebulan untuk mengungkap kasus perampokan yang terjadi akhir-akhir ini.
