• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Sabtu, 06 September 2008 || 5 Ramadan 1429 Hijriah
Total SportAncaman Kudeta

Jumat, 05 September 2008

article thumbnail

Teras UtamaUrip 20 Tahun Penjara

Jumat, 05 September 2008

article thumbnail

Polisi Sita Miliaran Dolar AS Palsu
Rabu, 02 Juli 2008
Laporan JPNN, Jakarta
DUA koper dan sekarung uang palsu pecahan 100 dolar AS dan 100 Euro yang dibawa Erick Kuate,  warga negara Kamerun, disita tim gabungan dalam sebuah operasi Narkoba, Senin (30/6) malam.  Erick dibekuk di kamar 413, Hotel Banyuwangi Sintera, Pasar Baru, Jakarta Pusat, pukul 19.30 WIB.

Kepala Seksi Represif Badan Narkotika Provinsi (BNP) DKI Jakarta Ajun Komisaris Besar Sigit  Gumantyo menjelaskan, operasi gabungan itu melibatkan anggota BNP, Badan Narkotika Kota  Jakarta Pusat, Direktorat Narkoba Polda Metro, Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, dan  Dinas Imigrasi DKI Jakarta.

Dari tangan Erick, polisi menyita dua koper aluminium berukuran 40x60x20 sentimeter berisi uang  dolar AS palsu pecahan 100 dolar. Sekoper kecil lainnya berisi lembar pecahan 100 dolar AS setengah  jadi, bahan kimia, dan potongan-potongan kertas seukuran uang pecahan 100 dolar AS. Selain itu,  disita sekarung uang palsu pecahan 100 Euro setengah jadi.

Penyitaan miliaran dolar AS itu dibenarkan Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakpus Komisaris  Yosi K. ‘’Nilai uang palsu yang siap edar mencapai miliaran dolar AS. Sekarang masih kami hitung,’’  ujarnya kemarin.

Pengungkapan uang asing palsu itu terkait kasus penipuan terhadap Ir RA Sutrisno, Presdir PT Tirta  Dhea, sebuah perusahaan jasa konstruksi. Kemarin Sutrisno memberikan keterangan di Polres Jakarta  Pusat. Kepada wartawan, pemilik perusahaan di Jalan Kramat Aris 77-83, Setu, Jakarta, itu mengaku  ditipu kawanan warga asing tersebut hingga mencapai Rp30 miliar.

Dikatakan Sutrisno, dirinya pertama bertemu warga Kamerun tersebut di Hotel Banyuwangi Sintera  pada akhir Desember 2007.

‘’Awalnya, dia menawarkan kerja sama. Katanya, dia mau membuka mal dan apartemen. Sebagai bukti  bahwa saya punya uang, dia minta saya menunjukkan uang yang saya miliki,’’ paparnya.

Pada pertemuan berikutnya, Sutrisno membawa uang tunai 300 ribu dolar AS dan Rp4,8 miliar di  dalam sebuah koper. Di depan hotel, dia menunjukkan uangnya. Kemudian, oleh kawanan Kamerun  tersebut, korban diajak ngobrol di luar, sedangkan uangnya dibawa masuk ke dalam mobil. Alasannya,  untuk diperiksa temannya dan agar tidak dilihat orang.

Saat itu, Sutrisno tak menyadari bahwa uangnya telah ditukar dengan dolar palsu. Dia sempat  mengadakan pertemuan tujuh kali dengan total transaksi mencapai Rp30 miliar. Sebagai tempat  janjian, dia memilih tempat-tempat elite seperti Hotel Shangri La, JW Marriot, Apartemen Green  Garden, Apartemen Puri Kemayoran, dan kafe-kafe yang terletak di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat.

Sutrisno baru menyadari dirinya tertipu setelah kerja sama tersebut tak kunjung terlaksana. Selain itu,  dia banyak menerima laporan bahwa uangnya palsu. Kecurigaan pun langsung diarahkan ke  gerombolan pelaku yang Senin malam lalu dibekuk polisi di Hotel Banyuwangi Sintera  tersebut.(dew/jpnn/ose)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailFresh Lemon Sharp Siap Bersaing

Jumat, 05 September 2008

PEKANBARU (RP) - MASIH ingat kesegaran lemon yang telah diberikan Sharp sejak Hari Ibu tahun 2006 yang lalu hingga kini?

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailKembalikan Fungsi Awal Portal Jembatan Siak

Jumat, 05 September 2008

RUMBAI (RP) - Tumbangnya portal Jembatan Siak di sisi pesisir Rumbai memang sudah diwanti-wanti sejak awal. Apalagi sejak di bagian atas jembatan itu dipasang tempat baliho raksasa, beban...

Simak Juga