Sabtu, 11 Oktober 2008 || 10 Syawal 1429 Hijriah
Total SportSony, Kido dan Nova Melaju ke Final

Minggu, 28 September 2008

article thumbnail

Teras UtamaIdul Fitri, LE Undang Rakyat Riau

Minggu, 28 September 2008

article thumbnail

Pemberi Suap kepada Bulyan Ikut Ditangkap
Rabu, 02 Juli 2008
Laporan Tim Redaksi, Jakarta dan Pekanbaru
Anggota DPR RI asal pemilihan Riau Bulyan Royan resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi  Pemberantasan Korupsi (KPK). Sementara tersangka pemberi suap Dedi Swarsono juga sudah  ditangkap KPK.

Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah, Selasa (1/7) mengatakan, hingga saat ini KPK masih terus  mengembangkan kasus tersebut, terhadap kemungkinan tersangka baru yang melibatkan petinggi  Dephub maupun anggota komisi V DPR RI. ‘’Bulyan sudah ditetapkan tersangka. Karena yang  bersangkutan diduga melakukan tindak pidana korupsi, sehubungan dengan pengadaan kapal patrol di  Direktorat Perhubungan Laut,” Chandra menjelaskan.

Ketika menangkap Bulyan, KPK menyita uang sebesar  66 ribu dolar AS, dan 5.500 EURO atau  diperkirakan keseluruhan dalam rupiah sebesar Rp700 juta. ‘’Uang itu diduga ditransfer oleh Dedi  Swarsono, dan yang bersangkutan juga sudah ditangkap,” kata Chandra.

Chandra menegaskan KPK akan terus mengembangkan kasus tersebut. ‘’Kami akan terus memburu  pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini. Tidak tertutup kemungkinan, kasus ini akan melibatkan  pejabat dari Dephub. Semua masih terus dikembangkan,” ujarnya menegaskan.

KPK membidik Bulyan dengan ancaman hukuman berlapis, yakni Pasal 5 ayat (2), dan pasal 11 huruf  a,b dan e UU nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kediaman Sepi
Kediaman anggota DPR RI asal Riau di Jalan Swakarya No 17 Panam, Pekanbaru, H Bulyan Royan,  pasca ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tampak sepi. Tidak tampak adanya aktivitas  di kediaman sekaligus dijadikan sebagai sarana pendidikan anggota Fraksi Partai Bintang Reformasi  (PBR) DPR RI.

Dari pantauan Riau Pos, Selasa (1/7) tadi malam, pintu masuk Yayasan Arroyan Taqwa SMP Islam  Terpadu tampak tertutup rapat. Petugas penjagaan yang biasanya menjaga lokasi itu juga tidak tampak  sedang bersiaga di pos penjagaan yang terdapat di sebelah kiri pintu masuk.

Selain itu di SMP Islam Terpadu milik Bulyan Royan juga tampak sepi. Bahkan  tampak gelap tanpa  penerangan seperti biasanya. ‘’Anak-anak sedang libur sekolah, makanya tampak sepi seperti ini,’’  ungkap Rian, salah seorang guru yang mengajar di SMP Islam Terpadu Arroyan Islamic School.

Rian melarang Riau Pos saat hendak masuk ke dalam lokasi kediaman Bulyan Royan dengan alasan  tidak dibenarkan oleh penjaga kediaman Bulyan. ‘’Maaf pak, ini amanah mohon dihormati. Kami  diintruksikan begitu, kalau diperbolehkan tentu dari tadi kami mempersilakan bapak masuk,’’ ujarnya  ketika Riau Pos beberapa kali membujukannya agar diperkenankan mewancarai keluarga Bulyan.

Menurut pengakuan Rian, kediaman Bulyan saat ini sepi dan hanya ditunggu oleh penjaga rumah.  Keluarga Royan sejak beberapa hari lalu sudah tidak berada dikediaman itu. ‘’Percuma saja masuk,  keluarga pak Royan juga tidak berada di tempat. Rumah hanya ditunggu penjaganya saja,’’ jelas Rian.

Warga di sekitar lokasi kediaman Bulyan Royan juga mengaku tidak melihat politisi asal Riau  tersebut. ‘’Saya sudah delapan bulan jadi petugas Masjid Munadzirin ini, tapi selama itu juga saya tak  pernah berjumpa langsung dengan pak Bulyan. Beliau salatnya di Masjid Babusalam, atau salat di  kediamannya,’’ ucap Idris Hasibuan, petugas Masjid Munadzirin.

Menurut mahasiswa Unri ini, selama ini ia hanya mendengar nama besar Bulyan Royan sebagai  anggota DPR RI. ‘’Kalau tak salah, beliau anggota DPR RI itu kan?’’ sebutnya.

Di tempat terpisah H Muhammadun Royan SE juga adik kandung Bulyan Royan saat dihubungi Riau  Pos melalui telepon gengamnya tak memberikan komentar banyak. Ia hanya mengatakan beberapa  patah kata saja. ‘’Cari yang lain ajalah. Sekarang belum bisa memberikan komentar,’’ jelas  Muhammadun dengan suara melemah.

Pihak keluarga lainnya, Uyun, yang juga adik ipar Bulyan Royan sangat menyayangkan kejadian yang  menimpa pada abang iparnya itu. Ia juga tidak yakin kalau abang iparnya bisa melakukan itu. ‘’Saya  tak yakin abang ipar saya menerima suap, ia orangnya sangat rajin beribadah,’’ pujinya.

Citra DPR Tercoreng
Kasus anggota DPR RI H Bulyan Royan yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  karena diduga menerima suap sebesar US$ 66 ribu dan 5.500 Euro, bukan 10 ribu Euro seperti yang  diberitakan kemarin, terkait proyek pengadaan kapal patroli di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut,  menambah deret panjang nama-nama anggota dewan yang harus berurusan dengan hukum. Kasus  memalukan ini sekaligus membuat citra DPR semakin terpuruk di mata rakyat.

Itulah sebabnya, sejumlah petinggi DPR terutama Ketua DPR Agung Laksono langsung membuat  pernyataan keras yang bernada sangat menyesalkan terulangnya kembali kasus penyuapan itu. “Saya  sangat menyesalkan hal ini. Seharusnya sejak kejadian yang pertama (para anggota DPR, red) sudah  bisa mengambil pelajaran untuk tidak melakukan hal yang tidak terpuji itu,” sesal Agung kepada pers,  di Gedung DPR/MPR RI, kawasan Senayan, Jakarta, kemarin (1/7).

Tidak saja citra lembaga DPR yang semakin tercoreng akibat kasus tersebut, tapi citra partai dan  politisi, tegas Agung, juga bisa terganggu.(mar/new/esi/eyd/jpnn)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

StopGlobalWarming.org