• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Senin, 08 September 2008 || 7 Ramadan 1429 Hijriah
Total SportBungkam Kritik

Minggu, 07 September 2008

article thumbnail

Teras UtamaKloter Haji Pertama Berangkat 5 November

Minggu, 07 September 2008

article thumbnail

TNI Mutasi Besar-besaran, KSAD Bantah Isu KKN
Rabu, 02 Juli 2008
ImageJAKARTA (RP)-Sejumlah perwira di lingkungan TNI berpangkat bintang di bahu, dimutasi  besar-besaran, Selasa (1/7). Salah satu diantaranya adalah Laksamana Madya Tedjo Edhy Purdijanto  yang dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). 

Setelah KSAL baru dilantik SBY, gerbong mutasi ikut bergerak. Beberapa posisi yang strategis,  misalnya, Kepala Staf Umum Mabes TNI yang ditinggalkan Tedjo kini ditempati Laksamana Madya  Didik Heru Purnomo yang sebelumnya menjabat Wakil KSAL. Posisi Wakasal itu lalu diisi  Laksamana Muda Moekhlas Sidik yang sebelumnya menjabat asisten operasi (asops) KSAL. Asops  KSAL bakal diisi Panglima Armada Barat Laksamana Muda Agus Suhartono.

Di tubuh TNI Angkatan Darat, posisi wakil KSAD juga berubah. Letjen Cornel Simbolon yang  memasuki masa pensiun diganti Pangdam Jaya  Mayor Jenderal Y. Suryo Prabowo.  Mayjen TNI

Darpito P. dari Pangdam IV/Diponegoro menjadi Pangdam Jaya. Mayjen TNI Haryadi Soetanto dari  Pangdam XVII/Cendrawasih menjadi Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Azmyn Yusri Nasution  dari Pangdivif 2 Kostrad menjadi Pangdam XVII/Cendrawasih.

Sementara dari Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Cijantung, kemarin (1/7) pagi, adik  ipar SBY, Brigjen Pramono Edhi Wibowo, melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) sebagai  komandan jenderal Kopassus.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Agustadi SP menegaskan, mutasi itu tidak terkait dengan status  Pramono sebagai adik Ani Yudhoyono. ‘’Tidak boleh begitu. Kita profesional. Saya juga punya  hubungan saudara dengan orang lain. Jadi, jangan dikait-kaitkan,’’ tegas Agustadi. Jenderal asal  Surabaya itu menilai Pramono sudah terlalu lama menjadi brigjen dan sudah saatnya promosi ke  bintang dua. ‘’Kami tidak mengenal istilah KKN atau mencampuradukkan urusan keluarga dengan  TNI, bisa hancur negara ini jadinya,’’ katanya.

Di tempat yang sama, Pramono Edhi Wibowo menjamin Kopassus netral dalam Pemilu 2009.  ‘’Pengamanan pemilu sesuai kebijakan pimpinan TNI,’’ ujar alumnus Akabri 1980 itu.(tom/rdl/agm)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

StopGlobalWarming.org