| TNI Mutasi Besar-besaran, KSAD Bantah Isu KKN |
| Rabu, 02 Juli 2008 | |
JAKARTA (RP)-Sejumlah perwira di lingkungan TNI berpangkat bintang di bahu, dimutasi besar-besaran, Selasa (1/7). Salah satu diantaranya adalah Laksamana Madya Tedjo Edhy Purdijanto yang dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). Setelah KSAL baru dilantik SBY, gerbong mutasi ikut bergerak. Beberapa posisi yang strategis, misalnya, Kepala Staf Umum Mabes TNI yang ditinggalkan Tedjo kini ditempati Laksamana Madya Didik Heru Purnomo yang sebelumnya menjabat Wakil KSAL. Posisi Wakasal itu lalu diisi Laksamana Muda Moekhlas Sidik yang sebelumnya menjabat asisten operasi (asops) KSAL. Asops KSAL bakal diisi Panglima Armada Barat Laksamana Muda Agus Suhartono. Di tubuh TNI Angkatan Darat, posisi wakil KSAD juga berubah. Letjen Cornel Simbolon yang memasuki masa pensiun diganti Pangdam Jaya Mayor Jenderal Y. Suryo Prabowo. Mayjen TNI Darpito P. dari Pangdam IV/Diponegoro menjadi Pangdam Jaya. Mayjen TNI Haryadi Soetanto dari Pangdam XVII/Cendrawasih menjadi Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Azmyn Yusri Nasution dari Pangdivif 2 Kostrad menjadi Pangdam XVII/Cendrawasih. Sementara dari Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Cijantung, kemarin (1/7) pagi, adik ipar SBY, Brigjen Pramono Edhi Wibowo, melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) sebagai komandan jenderal Kopassus. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Agustadi SP menegaskan, mutasi itu tidak terkait dengan status Pramono sebagai adik Ani Yudhoyono. ‘’Tidak boleh begitu. Kita profesional. Saya juga punya hubungan saudara dengan orang lain. Jadi, jangan dikait-kaitkan,’’ tegas Agustadi. Jenderal asal Surabaya itu menilai Pramono sudah terlalu lama menjadi brigjen dan sudah saatnya promosi ke bintang dua. ‘’Kami tidak mengenal istilah KKN atau mencampuradukkan urusan keluarga dengan TNI, bisa hancur negara ini jadinya,’’ katanya. Di tempat yang sama, Pramono Edhi Wibowo menjamin Kopassus netral dalam Pemilu 2009. ‘’Pengamanan pemilu sesuai kebijakan pimpinan TNI,’’ ujar alumnus Akabri 1980 itu.(tom/rdl/agm) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




JAKARTA (RP)-Sejumlah perwira di lingkungan TNI berpangkat bintang di bahu, dimutasi besar-besaran, Selasa (1/7). Salah satu diantaranya adalah Laksamana Madya Tedjo Edhy Purdijanto yang dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). 
