| Laba Pertamina Tembus Rp8,1 Triliun |
| Sabtu, 28 Juni 2008 | |
|
JAKARTA( RP) - Meroketnya harga minyak membuat laba Pertamina terkerek naik. Untuk kuartal I tahun ini, laba bersih perusahaan migas pelat merah tersebut mencapai Rp8,1 triliun. Demikian diungkapkan Direktur Keuangan PT Pertamina Ferederick S.T. Siahaan. Menurut dia, laba tersebut dicapai karena naiknya harga minyak dunia yang diikuti harga patokan minyak Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP). ‘’Ini sangat signifikan,’’ ujarnya saat konferensi pers hasil RUPS di Kantor Pusat Pertamina Jakarta kemarin (27/6).
Meski demikian, Ferederick tidak bersedia merinci target laba bersih yang ingin dicapai Pertamina. ‘’Kalau kuartal I sudah Rp8,1 triliun, anda bisa hitung sendiri kira-kira berapa target 2008,’’ katanya. Terkait target laba bersih 2008, Wakil Dirut PT Pertamina Iin Arifin Takhyan bersedia memberi informasi lebih rinci. Menurut dia sesuai hasil RUPS yang dilaksanakan 26 Juni lalu, pemerintah selaku pemegang saham menargetkan laba bersih 2008 hingga Rp 34 triliun. ‘’Kami optimistis tercapai karena tren harga minyak akan terus naik,’’ terangnya. Sementara itu, Pertamina mencatat kinerja positif pada 2007. Dirut PT Pertamina Ari H Soemarno mengatakan, laba bersih unaudited perseroan pada 2007 lalu menembus angka Rp 24,5 triliun, yang berasal dari bisnis hulu Rp16 triliun dan bisnis hilir Rp8,5 triliun. ‘’Dengan laba tersebut, kami akan menyetor dividen hingga Rp11 triliun,’’ ujarnya. Pencapaian tersebut, kata dia, lebih tinggi dari target yang dibebankan pemegang saham dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar Rp17,7 triliun. ‘’Jadi, naik 29 persen,’’ katanya. Menurut Ari, kenaikan laba tersebut diperoleh bukan saja dari tingginya harga minyak mentah dunia, namun juga disumbang oleh program transformasi yang berhasil meningkatkan efisiensi. ‘’Investasi kami juga berkembang,’’ terangnya. Parameter lain seperti pendapatan atau revenue juga naik hingga Rp 390 triliun atau naik 9 persen dari pencapaian 2006. Pencapaian tersebut juga melampaui target pendapatan dalam RKAP 2007 sebesar Rp351 triliun. Dari sektor hulu, Pertamina juga mencatat kenaikan produksi minyak mentah sebesar 2 juta barel. Dikombinasi dengan tingginya harga minyak mentah dunia, maka keuntungan hulu naik 34 persen. Dari sektor pengolahan, Pertamina juga melaporkan pencapaian sesuai target di berbagai bidang, termasuk produksi 10 produk tertinggi di kilang sebsesar 37,9 juta kilo liter. Di bidang pemasaran dan niaga, Pertamina melaporkan pencapaian target dengan pertumbuhan pendapatan 9 persen dan penurunan biaya 6 persen. Program efisiensi juga menghasilkan penghematan hingga Rp2 triliun dari rencana anggaran. (owi/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






