Sabtu, 11 Oktober 2008 || 10 Syawal 1429 Hijriah
Total SportSony, Kido dan Nova Melaju ke Final

Minggu, 28 September 2008

article thumbnail

Teras UtamaIdul Fitri, LE Undang Rakyat Riau

Minggu, 28 September 2008

article thumbnail

Biaya Energi Beratkan Bisnis
Sabtu, 28 Juni 2008
Laporan JPNN, Jakarta
Biaya energi terus menghantui para pelaku usaha, tak terkecuali di industri semen. Batu bara yang semula dijadikan alternatif terus melambung harganya sebagai konsekuensi sebagai barang substitusi minyak yang juga kian menanjak harganya. Dirut PT Semen Gresik Tbk Dwi Soetjipto mengatakan, biaya energi berkontribusi sekitar 32 persen dari total ongkos produksi di pabriknya. ”Mayoritas (biaya energi) habis untuk batu bara,” ujarnya di Jakarta kemarin (27/6). Jika diturunkan, 32 persen biaya energi itu masing-masing adalah untuk kebutuhan listrik 14 persen dan batu bara 18 persen.

Mengantisipasi kenaikan harga batu bara, perseroan akan mengonversi batu bara yang selama digunakan diganti dengan yang kualitasnya lebih rendah. Selain itu, penggunaan energi alternatif juga terus berupaya dilakukan. ”Ini (pemakaian energi alternatif, red) sudah dimulai di pabrik Tuban sejak 21 Juni,” ujarnya. Bahan bakar alternatif yang dipakai, antara lain, limbah dari pertanian dan limbah industri.

SMGR beberapa tahun terakhir ini juga sudah membentuk task force yang khusus mencari jalan alternatif agar biaya energi bisa dikoreksi, dari semula 44 persen menjadi 30 persen. Hingga Mei 2008, sales SMGR naik 12,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, dari 6,5 juta ton menjadi 7,3 juta ton. Dengan penjualan mencapai Rp 1,53 triliun, laba usaha pemimpin pasar industri semen nasional itu mencapai Rp322 miliar, naik 51 persen dibandingkan Mei 2007.

Secara terpisah, Relationship Management Director PT Holcim Indonesia Tbk Rusli Setiawan menyatakan, mahalnya batu bara membuat beban biaya energi di pabrikan semen semakin berat. ”Kenaikan biaya energi akan menjadi driver kenaikan harga semen,” ujarnya kemarin (27/6).

Di pabriknya, biaya energi juga memberikan kontribusi cukup besar terhadap total biaya produksi. ”Kontribusinya sekitar 40 persen,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya kini kian giat melancarkan berbagai upaya untuk mencari energi alternatif. ”Kita sekarang sudah berusaha memakai energi alternatif berupa tanaman sekam padi dan serbuk gergaji,” terangnya.

Upaya mencari energi alternatif juga dilakukan pabrikan terbesar kedua di industri semen, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), yang kini tengah melirik bahan bakar berbahan dasar tanaman jarak.

Sementara itu, konsumsi semen domestik sepanjang Mei 2008 naik 22,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Konsumsi semen tumbuh dari 2,91 juta ton menjadi 3,56 juta ton. Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyebutkan, permintaan konsumsi semen tertinggi pada Mei dicatat oleh Nusa Tenggara, yaitu sebesar 51 persen. Kemudian, disusul Sulawesi 46 persen. Dari sisi volume, Jawa masih menjadi penyerap semen terbesar, yaitu 56,8 persen dari total konsumsi.

Meski pada awal tahun sempat memasang target moderat, baik Dwi maupun Rusli kini sama-sama masih optimistis growth semen akan terus meningkat. ”Mungkin growth-nya lebih baik dari tahun lalu,” ujar Dwi.

Rusli menyatakan, melihat kinerja penjualan hingga Mei, pihaknya tetap optimistis mampu terus meningkatkan volume sales. ”Konsumsi masih kuat. Sentimen kenaikan harga membuat konsumen buru-buru membeli semen. Kita sendiri menargetkan mampu menguasai market share khusus Jawa sebesar 23 persen,” terangnya.(eri/fiz)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailBuka hingga Pukul 24.00 WIB

Sabtu, 27 September 2008

Sampai Tanggal 29 September PEKANBARU (RP) - SEBAGAI salah satu ritel pusat perbelanjaan terbesar, terlengkap dan ternyaman di Pekanbaru, Hypermart Mal Ska Pekanbaru memberikan pelayanan...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailPersiapan Sambut Hari Kemenangan

Sabtu, 27 September 2008

KOTA (RP) — Tinggal beberapa hari lagi, umat muslim di Pekanbaru akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1429 H setelah sebulan lamanya menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Beberapa...

Simak Juga