• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Kamis, 28 Agustus 2008 || 26 Syakban 1429 Hijriah
Total SportPerang Saudara

Rabu, 27 Agustus 2008

article thumbnail

Teras UtamaSoal Mutasi Pejabat, Gubri Bisa Di-PTUN-kan

Rabu, 27 Agustus 2008

article thumbnail

Almarhumah Elni di Mata Rekan-rekannya di SD YPPI Perawang
Jumat, 27 Juni 2008
”Kami Kehilangan Guru yang Bagus’’
Suasana duka menyelimuti keluarga besar SD YPPI Tualang, Perawang, Kabupaten Siak. Seorang guru SD tersebut bernama Elni (41) dan dua siswanya Ceci dan Agung tewas dalam lakalantas di jalan raya lintas Kampar-Sumbar. Seperti apa suasana di sekolah ini?

Laporan WIWIK WERDANINGSIH, Perawang  Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
KEPERGIAN Elni dan juga suaminya Syafrizal termasuk dua anaknya dalam kecelakaan yang sama, sempat tidak dipercaya rekan-rekan di tempat kerjanya.

“Pada awal kami tidak percaya bahwa Buk Elni satu keluarga tewas tabrakan di Bangkinang. Namun karena kabar tersebut kuat, akhirnya kami percaya,” jelas rekan kerjanya yang juga Kepala Sekolah SD YPPI Nurbaiti, saat dijumpai Riau Pos, Kamis (26/6) di Perawang.

Menurut Nurbaiti, sebelumnya korban sempat pamit dan minta pada Senin (23/6) petang kepadanya untuk ke Sumbar guna melayat pamannya meninggal dunia. Elni bilang, mereka akan pergi satu keluarga.

“Saya mendapat kabar, tabrakan terjadi ketika satu keluarga ini pulang dari Painan menuju Perawang, di daerah Bangkinang, Kampar. Satu keluarga ini tewas,’’ ujarnya bercerita.

Soal sosok Elni di mata rekan rekannya, diakui Nurbaiti cukup bagus. Prestasi di bidang pendidikan membanggakan. Korban mengajar kelas satu, dengan masa kerja sebagai guru sudah 10 tahun.    

Sebelum meninggal korban menerima penghargaan atas pengabdiannya sebagai guru di Yayasan YPPI. Bahkan kemauan korban terhadap pendidikan pun cukup kuat.

“Bu Elni merupakan sosok guru yang patut dicontoh, selain orangnya pintar juga kemauan untuk terus pelajar cukup kuat. Kepergiannya membuat kita kehilangan guru yang bagus,” terangnya.

Sementara adik korban Danri, yang pekerja di salah satu perusahaan swasta di Perawang ikut sedih, termasuk rekan-rekan di tempatnya bekerja. Sebab kabar yang diperoleh kedua anak Danri ikut tewas dalam kecelakaan tersebut.

“Kami mendapat kabar tadi pagi (kemarin, red). Kejadian ini mengejutkan rekan-rekannya. Kami masih terus monitor perkembangan kabar tersebut, kita-benar benar ikut prihatin atas kejadian ini,’’ ungkap rekan Danri, bernama Said di Perawang.***
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

StopGlobalWarming.org