| Pesawat TNI AU Jatuh, 18 Penumpangnya Hilang |
| Jumat, 27 Juni 2008 | |
|
Laporan JPNN, Jakarta
Markas Besar TNI AU kembali kehilangan salah satu pesawatnya. Pesawat jenis Cassa 212 milik Skuadron 4 Pangkalan Udara Abdurahman Saleh, Malang, Jawa Timur hilang kontak di perbukitan Bogor, Kamis (26/6) dan diperkirakan jatuh. Pesawat naas itu dilaporkan membawa 18 penumpang. ‘’Mereka sedang mencoba alat baru untuk pemotretan udara,’’ ujar Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AU Marsekal Pertama Chaeruddin Ray saat dihubungi malam tadi. Karena cuaca dan kondisi malam hari, seluruh pesawat pencari yang berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta maupun Lanud Atang Senjaya, Bogor. ‘’Besok pagi (hari ini, red) dilanjutkan pencarian,’’ kata Chaeruddin yang menepis kabar kalau reruntuhan pesawat sudah terdeteksi di kaki Gunung Salak, Kecamatan Ciomas, Bogor. ‘’Saya sudah kontak Kapolseknya. Ternyata, info itu belum terkonfirmasi. Baru ada warga yang mendengar suara keras, karena medan berat sampai malam ini (pukul 22.30 WIB, red) belum ada kepastian kalau itu benar pesawat yang kita cari,’’ ujarnya. Namun informasi dari Serma Budiman, petugas Baseops TNI AU Halim Perdana Kusuma, Kamis (26/6) justru menyebutkan, pesawat itu benar jatuh di Desa Curug Nangka, di kaki Gunung Salak, Bogor. Menurutnya, kondisi awak pesawat masih belum diketahui. Tim SAR darat sudah dikerahkan pada lokasi jatuhnya pesawat TNI AU itu. Pesawat naas itu berangkat menguji alat digital air mapping. Tinggal landas dari Lanud Halim Perdanakusuma pukul 9.23 WIB. ‘’Hilang kontak pukul 10.30 WIB,’’ kata Chaeruddin. 18 personel yang menjadi penumpang terdiri atas anggota TNI AU dari berbagai kesatuan. ‘’Karena misi bersama, ada dari Dinas Lambangja (Keselamatan Penerbangan Kerja), Dinas Potrud (Pemotretan Udara), dan dari Departemen Pertahanan,’’ katanya. ‘’Kapten pilotnya Mayor Penerbang Arjianto,’’ jelas Chaeruddin. Hingga malam tadi, TNI AU sudah berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional, Polri, dan aparat TNI untuk melakukan pemantauan lewat jalur komunikasi darat. Kapolsek Cibungbulang AKP Amas mengatakan, hingga berita ini diturunkan pihaknya belum mendapatkan lokasi pasti. Namun sejumlah personil kepolisian bersama warga telah bergerak sejak sore hari menyisir Gunung Bunder dan wilayah sekitarnya. Dia mengakui, informasi lokasi jatuhnya pesawat memang terus bergeser dan berubah, akan tetapi pihaknya terus koordinasi dengan Polsek se-wilayah Bogor. ‘’Kami terus koordinasi mencari lokasi yang akurat, namun sejauh ini masih belum diketemukan pesawat beserta awaknya,’’ katanya .(rdl/jpnn/oki/uli) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





