| Jerman ke Final, Rusuh di Mana-mana |
| Jumat, 27 Juni 2008 | |
|
BASEL (RP)- Sukses Jerman lolos ke final Euro 2008 disambut berbagai insiden. Kebanyakan, aksi dipicu oleh euforia berlebihan suporter Jerman usai tim kesayangannya mengalahkan Turki 3-2 (1-1) dalam laga semifinal di Stadion St Jakob Park, Basel, Swiss, dini hari Kamis (26/6) WIB.
Di Basel, 21 oknum suporter ditangkap pihak kepolisian setempat setelah terlibat bentrok satu sama lain. Berdasarkan keterangan polisi sebagaimana dikutip dari Associated Press, kemarin (26/6), para suporter itu berasal dari fan zone Basel yang digunakan sebagai tempat nonton bareng (nobar) 50 ribu suporter. Sayang, polisi tidak merinci identitas suporter. Alasannya, mereka bakal dilepas dalam jangka waktu 1x24 jam mengingat aksi yang dilakukan tidak tergolong kejahatan berat. Di Berlin, 13 orang ditangkap setelah berbuat onar di ‘’Fan Mile’’ di Brandenburg Gate, venue acara nobar di pusat kota yang disesaki hingga 500 ribu suporter. Kerusuhan mulai terjadi saat Jerman tertinggal 0-1. Tapi, Kepolisian Berlin yang mengerahkan 1.500 personel bisa meredam situasi seketika. ‘’Untungnya, tidak terjadi kerusuhan berat karena ulah suporter,’’ kata Claudia Frank, juru bicara wanita dari Kepolisian Berlin, sebagaimana dikutip AFP. Kesigapan polisi mendapat acungan jempol kala menghalangi gesekan antara suporter Turki dengan suku Kurdi yang memilih mendukung Jerman di Kreuzberg, daerah pinggiran Berlin. Aparat berwajib langsung menengahi kedua kubu yang bertikai itu sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Polisi juga menangkap sekitar 20-30 orang yang merusak dua toko kebab milik warga Turki di Dresden. Sementara di Koln, 21 dari 50 orang terpaksa ditahan karena terlibat tawuran di jalanan kota. Dibandingkan di Berlin, polisi yang dikerahkan di kota-kota lain seperti Koln, Munchen, Frankfurt, rata-rata hanya seperlimanya. Situsi berbeda terjadi di Istanbul, kota terbesar Turki. Sekalipun Ay-Yildizlilar (sebutan Timnas Turki) kalah di semifinal, situasi Istanbul aman. Teriakan ‘’Turkey, Turkey’’ dari ribuan fans Turki yang menggema di seluruh penjuru kota beberapa saat sebelum kickoff, berubah hening usai pertandingan karena kekalahan. Kebanyakan memilih nongkrong atau kongkow di bar maupun taman kota membahas kekalahan Rustu Recber dkk. ‘’Seperti senjata makan tuan. Turki kalah oleh spesialisasi kami sendiri,’’ ucap Erkan Teke (24), seorang fans Turki yang bekerja sebagai pramusaji di sebuah restoran Istanbul, kepada Reuters. Teke benar. Sebelum kalah dari Jerman, Turki selalu mengalahkan lawan-lawannya di Euro 2008 berkat gol di menit-menit akhir pertandingan. Sebut saja saat Turki yang tertinggal 0-1 dari Swiss di laga penyisihan grup A balik menang 2-1. Begitu juga saat Ay-Yildizlilar membalikkan kedudukan 0-2 menjadi 3-2 lawan Republik Ceko.(dns/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





