| Utang Pentagon Capai Rp 930 T |
| Jumat, 27 Juni 2008 | |
|
Seluruhnya Untuk Beli Senjata
Laporan JPNN, Pentagon BESAR Pasak daripada tiang, itulah sebutan yang tepat disampaikan kepada pemerintah militer Amerika Serikat yang berkuasa di Pentagon. Karena ambisinya untukmenguasai perang, mereka membuat utang dalam jumlah fantastis, yakni sebesar 100 miliar dolar AS atau setara dengan Rp930 triliun. Kongres Amerika Serikat menyatakan penggunaan anggaran militer untuk membayar utang-utang tersebut akan berakibat negatif terhadap rencana peningkatan pasukan militer dalam operasi tempur di Irak dan Afghanistan. UsaToday edisi Rabu (24/6) melaporkan, anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Republik yang duduk di komisi anggaran militer, John Murtha, menyatakan bahwa utang itu timbul karena Pentagon gagal mengantisipasi perang yang berlangsung lama dan berbiaya tinggi di Irak. Perang Irak dan Afghanistan mengakibatkan militer harus terus memperbaiki dan memperbaharui kekuatan tempurnya. Utang yang besar itu membuat Pentagon harus menghitung ulang rencana penambahan 92 ribu serdadu angkatan darat dan marinir yang tidak realistis. “Selain pembatalan penambahan jumlah personel, Pentagon juga harus mempersingkat operasi tempur dan mengurangi beberapa pengeluaran militer yang menekan anggaran,” kata Murtha. Kepala Staf Gabungan Militer Amerika, Admiral Michael Mullen melaporkan bahwa para pimpinan di Pentagon menyadari mereka dihadapkan kepada kesulitan anggaran untuk merealisasikan rencana peningkatan personel militer dan peningkatan peralatan tempur. “Kita harus memulainya dari dasar, meredefinisi dan merevitalisasi serdadu-serdadu kita,” kata Mullen di hadapan panel Senat pada Mei. Perang yang berlangsung selama lebih dari lima tahun di Irak dan Afganistan menyebabkan kehancuran dan kerusakan perlengkapan militer yang besar. Contohnya, kendaraan tempur Humvees melakukan perjalanan sebanyak 100 ribu mil setahun di Irak, lima kali lebih jauh dari rata-rata perjalanan dalam keadaan damai. Peralatan tempur berat juga memerlukan pergantian mesin dan senjata perangnya. Biaya Operasi militer Amerika Serikat mencapai 572 miliar dolar atau sekitar Rp 5.320 triliun sejak peristiwa serangan teroris, 11 September 2001.(bud) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






