| Puluhan Mayat Kepala Suku Ditemukan |
| Jumat, 27 Juni 2008 | |
|
Diduga Korban Milisi Taliban
ISLAMABAD (RP)- Aparat berwenang di Pakistan barat laut mengatakan mereka menemukan jenazah 22 tetua suku yang diculik oleh milisi Taliban setempat pada hari Senin. Mereka diculik di daerah kesukukan di Waziristan Selatan oleh para pejuang yang setia kepada panglima Taliban di kawasan itu, Baitullah Mehsud. Para pria yang diculik adalah anggota suku yang oleh sebagian kalangan dianggap memiliki hubungan dekat dengan pemerintah, kata para pejabat Pakistan. Konflik antar suku di sana pecah setelah operasi militer besar-besaran digelar untuk melawan Taliban di Waziristan Selatan. Pemerintah berusaha mengakhiri kekerasan melalui jalan perundingan. Ini memicu aksi protes dari tentara NATO dan Afghanistan, yang khawatir pemberontakan Taliban yang lebih kuat di sepanjang perbatasan di Afghanistan. Para tetua suku itu termasuk ke dalam setidaknya 30 orang yang diculik oleh milisi Taliban yang menguasai kota Jandola pada hari Senin. Jandola adalah kota penting di Waziristan Selatan, tempat Taliban memiliki pengaruh besar. Bentrokan antara kedua kelompok pada hari Senin menewaskan setidaknya 12 orang di kedua pihak, termasuk delapan militan, dua wanita dan dua anak-anak. Kepala pemerintah kota Jandola, Barkatullah, mengatakan kepada BBC bahwa 22 dari 30 anggota suku Bhittani yang diculik pada hari Senin dibunuh oleh para penyekap mereka. “Tubuh mereka penuh lubang peluru dan jenazah dibuang di sebuah jurang di daerah Jandola,” katanya. Militan Taliban kini sudah keluar dari kota itu, karena takut diserang balik oleh militer pemerintah Pakistan, tambahnya. Wartawan BBC mengatakan suku Bhittani mendapat dukungan dari pasukan pemerintah, dan selama ini menantang pengaruh suku Mehsud di daerah itu. Beberapa pemantau di daerah itu mengatakan suku Bhittani bekerja sama dengan militer untuk melawan para pendukung Mehsud, dan serangan Taliban di Jandola dilakukan sebagai balasan. Tetapi seorang pejabat keamanan mengatakan pemicu konflik itu lebih spesifik lagi. Dia mengatakan warga suku Bhittani menghalangi kendaraan pendukung Mehsud melewati wilayah Bhittani, dan menegaskan semua orang - termasuk perempuan - diperiksa, yang merupakan hal tabu dalam budaya kesukuan.(jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






