| Titik Api Ditemukan di 13 Kecamatan |
| Jumat, 27 Juni 2008 | |
|
SUNGAIPAGAR (RP) - Kabid Pengawasan dan Pengendalian Bapedalda Kampar M Amin Firda mengatakan, tahun 2008 ini, hot spot di Kabupaten Kampar terdapat di 13 kecamatan. Kecamatan XIII Koto Kampar paling banyak ditemukan titik api.
‘’Umumnya titik api ditemukan di areal perkebunan,’’ jelasnya saat menjadi pembicara dalam sosialisasi kebakaran hutan dan lahan, Kamis (26/6) di Sungaipagar, Kecamatan Kamparkiri Hilir. Hadir dalam acara itu, H Naman Sembiring SE dari PT Siak Raya Timber, staf Perencanaan PT Nusa Wana Raya Cucu Sutrisna BSCF, Sekretaris Camat Kamparkiri Hilir, H Malatua SSos, Kasi Pelatihan Subdin BSDP Dinas Kehutanan Kampar, H Muhammad Nur dan pihak Polsek Kamparkiri Hilir. Dia juga mengatakan, tiga faktor penyebab terjadinya kebakaran, yaitu adanya bahan bakar, ada oksigen dan ada enerji panas. ‘’Untuk mengatasi kebakaran, bisa dengan menurunkan temperatur udara, menutup api, membuat alur pemisah api dan sebagainya,’’ terang Amin, sambil menyebutkan kerugian kebakaran lahan, antara lain hilangnya aneka ragam hayati, gangguan kesehatan dan transportasi serta bencana alam. Dipaparkan, dari 24 perusahaan yang terdaftar di Bapedalda Kampar saat ini, baru PT Siak Raya Timber dan PT Nusa Wana Raya yang telah melakukan sosialisasi bahaya kebakaran hutan dan lahan. ‘’Semoga langkah ini diikuti oleh perusahaan lain yang ada di Kabupaten kampar,’’ katanya. Dalam pada itu, Sekretaris Camat Kamparkiri Hilir H Malatua SSos mengatakan, waspadai fonomena alam. Saat ini musim kemarau, jadi jangan membakar hutan jika membuka lahan. ‘’UU juga melarang membakar lahan. Jika masyarakat tetap nekat, maka akan berhadapan dengan hukum,’’ katanya. Dia mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga kelestarian hutan dan lahan. ‘’Sampaikanlah hasil sosialisasi ini kepada kerabat terdekat,’’ ajaknya. Humas PT Siak Raya Timber, H Naman Sembiring mengatakan, sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahaya kebakaran hutan dan lahan. ‘’Kita berharap perusahaan lain ikut menyosialisasikan bahaya kebakaran hutan ini,’’ sebutnya singkat. Di tempat yang sama, Kasi Pelatihan Subdin BSDP Dinas Kehutanan Kampar, Muhammad Nur menjelaskan, dulu banjir membawa berkah untuk manusia. Biasanya, usai banjir tanaman jeruk akan tumbuh subur dan ikan banyak di sungai. Tapi saat ini, banjir justru membawa kerusakan bagi lingkungan hidup. Belum lagi jika musim kemarau, kebakaran lahan terjadi di mana-mana. ‘’Untuk itu saya mengimbau masyarakat berperan aktif menjaga dalam menjaga kebakaran hutan dan lahan. Ceritakan kemana kerabat pentingnya menjaga kelestarian hutan dari kebakaran lahan,’’ sebutnya pada peserta sosialisasi. Sosialisasi yang disponsori oleh PT Siak Raya Timber dan PT Nusa Wana Raya, mengambil tema ‘’Tingkatkan kwalitas lingkungan dengan mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.’’(rnl) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




