| BLT Habis di Kedai Kopi |
| Jumat, 27 Juni 2008 | |
|
TEMBILAHAN (RP) - Karena sering tidak tepat sasaran pengambilan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diwakili oleh kaum bapak, ke depan pengambilan BLT diwakili oleh kaum ibu. Ini untuk menghindari dari kejadian BLT yang tidak tepat sasaran, karena ditengarai dana yang diberikan itu tidak sampai ke rumah, dan habis dibelanjakan oleh kaum bapak di warung kopi, sehingga ada kesan bantuan yang diprioritaskan oleh pemerintah tersebut tidak sampai pada tujuannya, yakni membantu kekurangan ekonomi golongan yang tidak mampu.
Kepala BPS Inhil Rafdi SST melalui Kasi Sosial Enrijal kepada Riau Pos, mengatakan akan merubah pola yang selama ini sering tidak tepat sasaran tersebut. ‘’Banyak sekali kita temukan, BLT yang dibagikan tersebut tidak sampai ke rumah, yang seharusnya dana itu digunakan untuk membantu meringankan beban keluarga yang tidak mampu, namun sebaliknya kaum bapak sering tidak bertanggung jawab dengan dana yang diberikan itu, dan sering habis sebelum sampai di rumah. Ini tentu akan sangat memperihatinkan, dan memang belum terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), namun sebelum itu semua terjadi, kita mengharapkan agar pola pengambilan nantinya perlu diubah,’’ kata Enrijal Kasi Sosial BPS Inhil kepada Riau Pos, Kamis (26/6) di ruang kerjanya. Enrijal menegaskan, mumpung pembagian BLT di Inhil belum dilakukan, tidak ada salahnya jika ini direnungkan, karena banyak keluhan dari kaum ibu di daerah lain mengenai dana BLT yang habis di tempat, ada yang digunakan untuk beli rokok dan adapula yang digunakan untuk belanja di warung kopi dengan kawan-kawannya. ‘’Sebelum semua itu terjadi tidak ada salahnya jika untuk daerah Inhil pengambilan BLT nanti didilakukan oleh kaum ibu bukan oleh kaum bapak lagi, sekadar memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi di daerah lain, karena jika ini juga terjadi di Inhil sama saja kita tidak belajar dari pembagian BLT di daerah lain,’’ katanya. Karena pembagiannya bukan melalui BPS, diharapkan pihak-pihak atau lembaga yang akan menyalurkan BLT itu nanti, perlu mensosialisasikan hal ini, walupun sepertinya tidak penting, namun dampaknya sangat fatal kepada RTS yang akan mendapatkannya, sampai-sampai tujuan pemerintah melakukan konpensasi BBM untuk rakyat tidak mampu, bisa tidak kesampaian karena ulah bapak-bapak yang lupa keluarganya,’’ tuturnya.(*2) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




