| Rel KA di Riau Terkendala Dana |
| Kamis, 26 Juni 2008 | |
|
Laporan NUR HIDAYAT, Bandung
Pembuatan rel Kereta Api (KAI) di lintas Riau masih sulit diwujudkan. Masalah pendanaan salah satu penyebab terhentinya bentangan rel KA di wilayah ini. Padahal, rencana untuk menancapkan jalur besi di Riau ini, sudah lama menjadi pembahasan, baik oleh pihak manejemen KA sendiri maupun pemerintah setempat. Menurut Kepala Divisi Sarana PT KAI, Tating Setiawan kepada Riau Pos di Bandung menyebutkan, pembuatan bentangan rel KA di daerah Riau ini, kemungkinan bakal tertunda kembali. ‘’Memang, rencana untuk membuat rel KA di daerah Riau ini sudah lama menjadi bahasan. Namun, persoalan dana yang menjadi masalah,’’ ujarnya. Jadi, kata dia, meski daerah ini sangat berpotensi pembangunan KA jika KA dioperasikan, misalnya banyaknya sawit yang harus diangkut, tetapi untuk mewujudkannya susah diprediksi. Putusan untuk mewujudkan pembangunan rel KA di Riau ada di pemerintah pusat. Menyinggung dioperasikannya KA wisata di daerah Sumatera Barat, khususnya di jalur Padang-Padang Pariaman, menurut Tating, itu hanya sekadar memanfaatkan track saja. ‘’Kalau dihitung keuntungannya secara materi ya mungkin tidak ada,’’ ujarnya. Pengoperasian KA wisata di daerah ini, kata Tating hanya untuk menjaga track saja. Jangan sampai track yang sudah ada itu tidak bermanfaat. Kalau track yang ada tidak dimanfaatkan, pihak PT KA khawatir track menjadi hilang begitu saja, karena lahannya dimanfaatkan oleh masyarakat seperti yang banyak terjadi di Pulau Jawa. KA wisata yang selama beroperasi satu pekan satu sekali itu, dioperasikan untuk masyarakat yang hendak berdarmawisata saja. Tarif tiketnya, sama dengan tiket KA penumpang lainnya. Namun katanya, jika ada yang menginginkan KA wisata dicarter, pihak PT KA siap melayaninya. Tarifnya, disesuaikan. Yang pasti, akan lebih tinggi dibanding tarif KA wisata.(nur/fiz) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






