• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Sabtu, 06 September 2008 || 5 Ramadan 1429 Hijriah
Total SportAncaman Kudeta

Jumat, 05 September 2008

article thumbnail

Teras UtamaUrip 20 Tahun Penjara

Jumat, 05 September 2008

article thumbnail

Refleksi Masa Lalu, Menatap Masa Depan
Rabu, 25 Juni 2008
Realitas yang dilihat saat ini pesat pertumbuhan kota yang banyak membawa dampak positif bagi kota Pekanbaru, namun ada sisi yang terlupakan dalam pertumbuhan yang kemajuan Kota Pekanbaru? Kemajuan Kota Pekanbaru lebih bersifat kapitalisme, materialistik, individualistik, hedonisme, kosumtif dan pragmatis.

Pekanbaru dalam menuju kota metropolitan semestinya tidak melupakan pemebangunan yang berlandaskan etik-religius, budaya Melayu sebagai identitas kota, dalam rangka menuju visi kota Pekanbaru Terwujudnya Kota Pekanbaru Sebagai Pusat Perdagangan dan Jasa, Pendidikan serta Pusat Kebudayaan Melayu, Menuju Masyarakat Sejahtera yang Berlandaskan Iman dan Taqwa”. Visi ini mempunyai makna:

Pusat Perdagangan dan Jasa, menggambarkan keadaan masyarakat Kota Pekanbaru yang diinginkan dalam dekade 20 tahun ke depan Pemerintah Kota Pekanbaru dengan dukungan masyarakatnya yang dinamis akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mewujudkan Kota Pekanbaru menjadi pusat perdagangan dan jasa di kawasan Sumatera.

Pusat Pendidikan, pemerintah Kota Pekanbaru ke depan akan selalu berusaha untuk memberdayakan masyarakatnya agar dapat berperan serta secara aktif meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam rnagka menciptakan pembangunan manusia seutuhnya.

Pemberdayaan sumber daya manusia lebih diarahkan kepada terwujudnya sarana dan prasarana pendidikan formal dan non-formal di bidang keahlian dan kejuruan yang terpadu diikuti dengan upaya penyiapan sarana dan prasarana pra pendidikan sampai perguruan tinggi.

Dengan langkah tersebut sangat diharapkan dalam decade 20 tahun kedepan di Kota Pekanbaru akan dapat tersedia sarana pendidikan yang lengkap dan unggul.

Pusat Kebudayaan Melayu merupakan refleksi dari peradaban tatanan nilai-nilai budaya luhur masyarakat Kota Pekanbaru yang mantap dalam mempertahankan, melestarikan, menghayati, mengamalkan serta menumbuhkembangkan budaya Melayu.

Kehendak menjadikan Kota Pekanbaru sebagai pusat kebudayaan Melayu antara lain akan diarahkan kepada tampilnya identitas fisik bangunan yang mencerminkan kepribadian daerah, adanya kawasan beridentitas adat Melayu serta makin mantapnya kehidupan adat yang digali dari nilai-nilai luhur Melayu.

Masyarakat Sejahtera merupakan salah satu tujuan kehidupan masyarakat Kota Pekanbaru pada dekade 20 tahun kedepan. Dalam kondisi ini dicita-citakan masyarakat akan dapat hidup di lingkungan yang relatif aman, bebas dari rasa takut dan serba kecukupan lahir batin secara seimbangan dan selaras baik material maupun spiritual yang didukung dengan terpenuhinya kualitas gizi, kesehatan, kebersihan dan lingkungan.

Berlandaskan iman dan taqwa merupakan landasan spiritual moral, norma dan etika dimana masyarakat pada kondisi tertentu mempunya pikiran, akal sehat dan daya tangkal terhadap segala sesuatu yang merugikan dengan memperkukuh sikap dan prilaku individu melalui pembinaan agama bersama-sama yang tercermin dalam kehidupan yang harmonis, seimbang dan selaras.

Visi tersebut baik secara filosofis dan sosiologis sangatlah cemerlang, namun dalam realisasinya, apakah pemerintah benar-benar konsisten dalam mewujudkan visi tersebut?

Persoalan inilah yang harus dipertanggungjawabkan oleh seluruh elemen yang ada di Kota Pekanbaru. Kita tidak mengharapkan Pekanbaru hanya sebagai locus dari visi tersebut, tidak menjadi focus bagi penduduk local, terutama bagi kebudayaan Melayu yang tercakup dalam visi tersebut.

Belajar dari historis masa lalu dan visi kota, apakah Pekanbaru sebagai pusat politik dan perdangangan yang berlandaskan etik Islam dan budaya Melayu dapat direalisasikan atau sebaliknya terhegomoni kehidupan yang berorietasi meterialistik, pragamatis, hedonis, individualistic, dan kapitalistik? Persoalan ini adalah persoalan yang berat dan rumit yang mesti diselesaikan oleh seluruh elemen pihak pengambilan kebijakan dan pihak-pihal terkait untuk merealisasikan visi kota yang berhadapan dengan hegomoni globalisasi dan kemenangan kaum kapitalisme Barat. Namun terlepas dari semua itu, Selamat Hari jadi Kota Pekanbaru. Semoga menjadi kota yang terkemuka di dunia.***

Drs H Husni Thamrin Msi, Direktur Lembaga Penelitian dan Pengambangan UIN Suska Riau.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailFresh Lemon Sharp Siap Bersaing

Jumat, 05 September 2008

PEKANBARU (RP) - MASIH ingat kesegaran lemon yang telah diberikan Sharp sejak Hari Ibu tahun 2006 yang lalu hingga kini?

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailKembalikan Fungsi Awal Portal Jembatan Siak

Jumat, 05 September 2008

RUMBAI (RP) - Tumbangnya portal Jembatan Siak di sisi pesisir Rumbai memang sudah diwanti-wanti sejak awal. Apalagi sejak di bagian atas jembatan itu dipasang tempat baliho raksasa, beban...

Simak Juga