• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Sabtu, 06 September 2008 || 5 Ramadan 1429 Hijriah
Total SportAncaman Kudeta

Jumat, 05 September 2008

article thumbnail

Teras UtamaUrip 20 Tahun Penjara

Jumat, 05 September 2008

article thumbnail

Cabik Malam dengan Puluhan Puisi
Rabu, 25 Juni 2008
ImagePEKANBARU (RP) - Suara serak nan lantang yang muntah dari mulut Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri menambah kesakralan malam. Puluhan puisi yang dibacanya pada malam puncak Bulan Sutardji, Selasa (24/6) di Hotel Sahid Pekanbaru, menggetarkan hati dan mata seluruh yang hadir.

Si mata kanan sastra Indonesia yang digaungkan Ketua Umum Dewan Kesenian Riau (DKR) Eddy Akhmad RM itu, masih tegar dan penuh wibawa. Meski malam tadi, usianya genap 67 tahun, Sutardji masih menjadi motivator dunia sastra. Bukan sekedar membaca, bahkan alat musik yang menjadi ciri khas dalam membaca puisi, harmonika dimainkannya dengan apik. Bulan Juni yang dipakemkan DKR sebagai Bulan Sutardji, tepatnya 24 Juni malam tadi, memang menggugah penikmat dunia sastra.  

Eddy menyebutkan, DKR menabalkan bulan ini sebagai bulan Sutardji bukan untuk mengkultuskannya, dan itu tentu tidak diinginkannya. Ini merupakan bentuk terima kasih atas usahanya dalam mencabik kebekuan dunia sastra setelah masa Khairil Anwar. Sebab baginya, yang paling penting adalah berkarya dan karya itu sendirilah penghargaan yang paling hakiki bagi seorang penyair.

Karena itu, Eddy mengharapkan dapat memberikan spirit pada masyarakat Riau untuk bangkit dan tidak sekedar merasa bangga pada kekayaan budaya rahim ibunya. “Sutardji dengan perkasa, mengangkat tradisi mantra warisan nenek moyangnya sebagai sandaran estetis dalam melahirkan karya-karyanya,” ulas Eddy.  

Nampak hadir sastrawan Riau yang juga mantan Ketua umum DKR Taufik Ikram Jamil, Budayawan Riau Yusmar Yusuf dan Kadis Budsenipar Joni Irwan. Seluruh yang hadir ikut menyaksikan langsung peluncuran buku tentang Sutardji yang berjudul ‘’...dan, menghidu pucuk mawar hujan’’. Selain itu, DKR juga menyerahkan langsung uang penghargaan sebesar Rp100 juta.(fed)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

StopGlobalWarming.org