• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Jumat, 05 September 2008 || 5 Ramadan 1429 Hijriah
Total SportAncaman Kudeta

Jumat, 05 September 2008

article thumbnail

Teras UtamaUrip 20 Tahun Penjara

Jumat, 05 September 2008

article thumbnail

EURO 2008, Jerman Vs Turki
Rabu, 25 Juni 2008
Kekuatan Penuh Lawan Compang-camping
BASEL (RP)- Reputasi Jerman di Piala Eropa (Euro) cukup mentereng. Der Panzerjulukan Timnas Jermansudah mengoleksi tiga gelar juara, enam kali lolos semifinal (termasuk saat masih bernama Jerman Barat). Rekor Jerman di babak empat besar ini cukup bagus. Empat dari lima semifinal sebelumnya, berhasil dimenangi Die Mannschaft (julukan Jerman lain). Kondisi itu masih ditambah predikat Jerman sebagai tim spesialis turnamen.

Berbeda dengan Turki. Dari catatan sejarah, semifinal Euro adalah prestasi terbaik Turki di ajang sepak bola antarnegara Eropa. Tak hanya sejarah dan mitos, menilik materi pemain dan kondisi tim, Jerman sedikit lebih baik dibandingkan Turki.

Der Panzer bisa turun dengan kekuatan terbaiknya, sedangkan Turki dalam kondisi compang-camping. Enam hingga delapan pemain Ay-Yildizlilar (sebutan Turki) tidak bisa dimainkan. Kiper Volkan Demirel, defender Emre Asik, serta dua gelandang serang Arda Turan dan Tuncay Sanli terkena skorsing. Lalu, defender Emre Gungor dan striker Nihat Kahveci out dari turnamen karena masing-masing cedera lutut dan hamstring.

Sementara defender Servet Cetin, gelandang serang Tumer Metin, dan kapten tim Emre Belozoglu masih dalam terapi cedera. Memang, ada sedikit kabar baik karena Emre sudah mengikuti sesi latihan terakhir tim. Keputusan tampil atau tidaknya pemain 27 tahun itu bakal diputuskan jelang kick off. Jadi, Jerman bakal mudah menekuk Turki dalam semifinal di Stadion St Jakob Park, Basel, Swiss, dini hari nanti WIB? Jika tidak ada keajaiban seperti di perempat final, jawabannya memang iya.

Joachim Loew, arsitek Jerman, tak menampik timnya dalam situasi diuntungkan karena badai cedera yang menimpa lawannya. ‘’Hanya, kami tidak boleh menganggap enteng Turki. Seperti apapun kondisinya, Turki telah mencapai semifinal dan saya tetap menyebut mereka sebagai tim tangguh dan berbahaya,’’ papar Loew dalam sesi konferensi pers usai memimpin sesi latihan timnya di Tenero, Swiss, kepada Reuters kemarin (24/6).

Fokus Loew saat ini adalah memilih skema main yang tepat untuk menekuk Turki. Dengan Frings bisa tampil kembali, der trainer (pelatih) berusia 48 tahun itu berada dalam posisi dilematis apakah memainkan pola 4-4-2 atau 4-5-1 sebagaimana saat mengalahkan Portugal 3-2 di perempat final 19 Juni lalu.

Saat lawan Portugal, Loew menempatkan Thomas Hitzlperger dan Simon Rolfes sebagai duet gelandang bertahan untuk menggantikan posisi Frings. Taktik itu cukup jitu karena Michael Ballack bisa lebih fokus menjadi penyerang lubang di belakang Miroslav Klose. ‘’Turki adalah lawan yang sulit ditebak dibandingkan Portugal. Kami harus punya strategi yang tepat menghadapi mereka,’’ imbuh Per Mertesacker, defender Jerman,.

Sementara kubu Turki tetap menunjukkan semangat pantang menyerah sekalipun didera masalah cedera pemain. Penyerang Turki Semih Senturk meyakini Jerman justru akan lebih berhati-hati menghadapi timnya. ‘’Sebaliknya, kami akan bermain lebih bersemangat lagi. Apalagi kami punya pelatih hebat yang tidak kenal lelah,’’ terang striker hasu gol itu.(jpnn)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

StopGlobalWarming.org