| Puluhan Warga Penyengat Bentrok |
| Sabtu, 21 Juni 2008 | |
|
PESISIR (RP) - Niat hati ingin mencari pekerjaan di Pelabuhan PT RAPP di Desa Penyengat, Kecamatan Pesisir, ternyata malah naas yang didapat. Ini dialami puluhan warga Desa Penyengat, yang mendatangi Pelabuhan PT RAPP, Rabu (18/6) malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Akibat bentrok itu, 22 orang warga mengalami luka-luka.
Sitompul, warga Desa Penyengat, kepada Riau Pos, Jumat (20/6) menceritakan, awalnya ada 50 orang warga Desa Penyengat yang umumnya pengangguran ingin meminta pekerjaan di Pelabuhan PT RAPP di Desa Penyengat. Sedangkan dirinya yang diangkat sebagai ketua oleh warga melakukan perundingan dengan Humas PT RAPP di Pangkalankerinci, Pelalawan. ‘’Saya bersama tujuh warga lain menemui Humas PT RAPP, dan warga yang lain berada di pelabuhan sambil menunggu informasi dari kami,’’ terangnya. Karena pada sore itu kata Sihombing, puluhan warga sudah mulai kelaparan dan menghubunginya tentang makan. Ternyata setelah ditanyakan ke Humas RAPP, mereka meminta agar puluhan warga makan di kantin yang ada di pelabuhan. Tapi setelah sampai, pemilik kantin malah tidak mau melayani warga, meski sudah ada perintah dari PT RAPP. Setelah itu kata Sitompul, dirinya menemui teman-temannya yang sudah kepalaran dan sempat marah, tapi ketika terjadi cekcok mulut, ada buruh yang langsung menghajar warga. Karena warga tidak bisa melawan dan pihak sekuriti PT RAPP yang ada di pelabuhan hanya melerai, maka warga Penyengat menjadi sasaran buruh yang ada di pelabuhan. Akibat pukulan benda keras oleh buruh, sebanyak 22 orang mengalami luka parah. Sementara itu, Nurbit tokoh masyarakat Desa Penyengat yang dihubungi Riau Pos, Jumat (20/6) mengatakan, pihaknya juga menyangkan kejadian itu. Karena yang menjadi korban adalah warga setempat yang meminta pekerjaan. Terhadap kejadian itu, ketika dikonfirmasian kepada Manajer Publik Relation PT RAPP Nandik Suparyono melalui telepon genggamnya mengatakan, pihaknya memang sempat mendengat bentrok itu, tapi belum mengetahui persoalan di lapangan. ‘’Saya belum tahu, tapi bentrok itu dipicu oleh warga yang datang ke pelabuhan. Kita akan tetap memperhatikan masyarakat setempat untuk bekerja di pelabuhan. Tapi ini harus dilakukan dengan baik dan sesuai prosedur yang ada,’’ ujarnya.(ksm) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




