Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Tarif PDAM Naik 29 Persen
Sabtu, 21 Juni 2008
Laporan YON WAHYUDI, Tembilahan  Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Mulai pemakaian Juli 2008 ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri resmi menaikan tarif sebesar 29 persen dari tarif yang berlaku sekarang. Pembayarannya kenaikan itu mulai dilakukan sejak Agustus mendatang.

Kenaikan tarif itupun sudah disetujui oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) itu. Hal itu ditegaskan Direktur Utama PDAM Tirta Indragiri Drs Kemas Yusferi sebagai imbas faktor eksternal  yakni kenaikan harga bahan kimia dan bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan komponen eksternal tersebut memicu makin beratnya biaya produksi sehingga tidak mampu ditanggung apabila tidak disertai dengan kenaikan tarif.

Jika biasanya seorang pelanggan kelas domestik atau rumah tangga tiap bulan membayar Rp22.000, saat tarif sudah dinaikan harus membayar Rp30.000. Dengan hanya terjadi kenaikan sebesar Rp 8.000 dinyatakan Kemas Yusferi tidak terlalu memberatkan kalangan warga. Rata-rata pemakaian untuk kelas domestis itu menurutnya sekitar 10 meter kubik tiap bulannya, paling tinggi hanya 15 meter kubik. Lain halnya dengan rumah tangga yang boros air, dapat saja jauh di atas jumlah itu.

Dengan adanya kenaikan sebesar itu, Dirut PDAM Tirta Indragiri ini sangat optimis perusahaan daerah tersebut akan mampu bertahan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Titik-titik warga yang masih kesulitan air seperti di Kampung Mataram ditegaskannya segera dibenahi dengan cepat. Akan tetapi untuk daerah ini dia mengemukakan terjadi kebocoran pada pipa di persimpangan. Itulah yang membuat aliran air warga sedikit terganggu.

‘’Memang dengan tingginya biaya produksi sekarang ini kami belum bisa mengembangkan investasi. Tetapi ke depan secara perlahan PDAM harus melakukannya secara bertahap. Kita pun senantiasa komit dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Lagipula kenaikan tarif itu bukan sembarangan dibuat, tetapi sudah melalui pertimbangan matang sehingga tidak begitu memberatkan masyarakat,’’ tegas Kemas Yusferi kepada Riau Pos, Jumat (20/6).

Dalam pada itu, berdasarkan data yang ada pada PDAM Tirta Indragiri, setiap bulannya instansi ini harus mengeluarkan biaya produksi Rp500 juta lebih. Itu dipergunakan untuk membeli bahan kimia, gaji pegawai, listrik dan bahan bakar minyak. Belum lagi dengan biaya alat tulis kantor. Semuanya adalah kewajiban rutin yang harus dikeluarkan. Sedangkan di sisi lain, tunggakan pelanggan tiap bulan mencapai Rp40 juta. Ini berdampak cukup besar kepada penambahan nafas bagi perusahaan dalam bertahan. Sebab itu demi peningkatan pelayanan yang lebih baik, dia meminta kepada warga untuk menolong PDAM Tirta Indragiri dengan membayar pajak tepat pada waktunya.***
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga