| Abrasi Ancam Badan Jalan |
| Sabtu, 21 Juni 2008 | |
|
Laporan AHMAD DAMRI, Rengat
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
JALAN yang menghubungkan wilayah Desa Danau Baru dan Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat terancam ambruk. Pasalnya, abrasai Sungai Indragiri dalam beberapa tahun terakhir terus mengikis tebing. Hasil pantauan Riau Pos di Desa Danau Baru, Kecamatan Rengat Barat Jumat (20/6), tebing sungai di wilayah desa ini juga runtuh. Tanah masyarakat yang berada di pinggir sungai secara bertahab terus ambruk ke dasar sungai. Kondisi itu sering terjadi setiap banjir yang menghantam tebing. Kades Danau Baru Muhammad Ridwan menjawab Riau Pos di sela-sela acara penghijauan di desa itu mengatakan, memang sejak dulu tebing sungai di desanya terus digerus air. Hantaman air Sungai Indragiri di musim hujan sering mengakibatkan tebing sungai runtuh. Diperkirakan sejak beberapa tahun lalu tebing yang runtuh ini sudah mencapai luas 20 meter dengan panjang hampir dua kilometer. Bukan hanya tanah dan pohon milik masyarakat saja yang telah dibawa arus sungai, badan jalan desa yang lama juga tidak ada lagi. ‘’Dulu Jalan Rengat menuju Pekanbaru berada di tepi Sungai Indragiri ini, tapi kini tak ada lagi karena sudah runtuh,’’ ungkap Ridwan. Oleh sebab itu, warga sangat berharap ke depan ada upaya untuk mengatasi abrasi tersebut. Apalagi di lokasi pacu jalur Desa Danau Baru, juga perlu dibuat turap. Sehingga bisa pula dimanfaatkan untuk kegiatan pacu jalur. ‘’Kita sudah mengusulkan pembangunan turap ini baik di Kabupaten ataupun ke Provinsi Riau, tapi belum ada kejelasanya,’’ tambahnya. Dia memprediksi, jika turab tidak dibangun, maka ke depan secara bertahab tebing yang mengalami abrasi ini akan terus bertambah. Bukan tidak mungkin hantaman air Sungai Indragiri itu juga akan membahayakan jalan desa serta rumah-rumah masyarakat yang berada di tepi Sungai Indragiri. Di tempat terpisah Ketua Komisi C DPRD Inhu H Sumra Hardi SSos mengatakan, abrasi di daerah pemukiman warga memang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Untuk mengatasinya adalah dengan pembangunan turab yang baik. Dia menyarankan agar pembangunan dilakukan oleh Pemkab Inhu saja. Jika anggarannya cukup besar, juga bisa dilakukan sharing dana dengan Pemrov Riau. ‘’Walaupun tidak bisa selesai sekaligus, mungkin bisa dilaksanakan untuk beberapa tahun anggaran. Jika dibiarkan berlama-lama, maka kondisinya akan terus memburuk. Kita dukungan keinginan masyarakat untuk perbaikan turap tersebut,’’ tambah Sumra lagi.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




