| Usai Pujasera, Rencanakan Bangun Kios Suvenir |
| Sabtu, 21 Juni 2008 | |
|
BAGANSIAPI-API (RP) - Pembenahan dan penataan pusat kota di Bagansiai-api secara bertahap terus ditindaklanjuti. Usai membangun Pujasera, Pemkab Rohil merencanakan membangun sejumlah kios yang menyediakan berbagai jenis suvenir dan mainan anak-anak. Lokasi bangunan souvenir tersebut direncanakan dibangun bersebelahan dengan Pujasera.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Rohil, H Annas Maamun kepada Riau Pos, Kamis (19/6) malam di sela-sela kegiatan peresmian Pujasera Bagansiapi-api yang dilakukan Gubernur Riau, HM Rusli Zainal. ‘’Bangunan Pujasera yang sudah ada saat ini, rencananya mau kita lebarkan lagi. Lahan yang berada di sebelah bangunan Pujasera rencananya mau kita bebaskan. Di atas lahan itu nantinya dibangun sejumlah tempat untuk menjual berbagai jenis suvenir dan mainan anak-anak,’’ kata Annas. Artinya, tambah Annas, para pengunjung yang sudah menikmati segala jenis makanan dan minuman di Pujasera bisa mengunjungi tempat souvenir guna mendapatkan oleh-oleh atau cinderamata untuk dibawa pulang. ‘’Minimal, para pengunjung yang ingin pulang ke rumah atau kembali ke daerah asal, bisa membawa oleh-oleh setelah berkunjung di Pujasera. Dengan adanya oleh-oleh ini, maka pengunjung akan selalu ingat dan ingin datang ke Bagansiapi-api,’’ kata Annas. Membangun Pujasera ini, tambah Annas tidak lain adalah dalam rangka menata dan membenahi untuk menjadikan Bagansiapi-api menjadi pusat tujuan wisata. Salah satu di antaranya memberikan tempat bagi para pedagang yang sebelumnya menggelar barang dagangannya di sembarang tempat dan dapat menimbulkan kesan kurang teratur. ‘’Agar semua pedagang ini bisa teratur dan tertib, kita siapkan tempatnya. Kemudian, para pedagang itu diberikan kesempatan untuk menggelar barang dagangannya di sini,’’ kata Annas. Prosesi pemindahan pedagang itu sendiri, tambah Annas, sudah berlangsung beberapa kali. ‘’Pertama pedagang yang menggelar barang dagangan di pusat kota, kita alihkan untuk berjualan di lapangan KONI ini. Seiring itu, kita siapkan pembangunan pujasera itu. Setelah pembangunannya selesai, maka pedagang kita alihkan ke sana. Dan sampai saat ini, jumlah kios yang ada di Pujasera ini sebanyak 39 unit,’’ kata Annas. Dengan disiapkannya Pujasera ini, tambah Annas, keberadaannya jelas memberikan kontribusi positif bagi pedagang. ‘’Misalkan saja, sebelum pedagang itu pindah, hasil penjualannya hanya mencapai sekitar Rp200 ribu saja. Tapi, setelah menempati lokasi yang baru, hasil penjualannya bisa mencapai satu juta. Ini merupakan nilai positif bagi pedagang. Untuk itu, saya mengingatkan kepada pedagang untuk tetap menjaga kebersihan di sekitar lokasi usahanya. Kalau tempat kita bagus, orang akan sedang datang membeli di tempat kita,’’ kata Annas.(sah) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




