Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Lokasi Petani Sapi K2I Alih Fungsi
Sabtu, 21 Juni 2008
Laporan ENGKY PRIMA PUTRA, Pasirpengaraian  Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
KAWASAN sentral agrobisnis Peternakan Kabupaten Rohul di Desa Sungai Salak, Kecamatan Rambahsamo dialih fungsikan dari petani sapi K2I menjadi program lintas sektoral. Ini terjadi, akibat infrastruktur jalan masih terjal dan sulit dilalui.

‘’Kita akan memamfaatkan aset dan akan membicarakan kepada pak bupati, agar kawasan Sentral Agrobinsi Peternakan Rohul ini dibuat program lintas sektoral. Sehingga lahan seluas 250 hektare ini tidak mubazir dan dapat dimamfaatkan kembali. Ini semua, tergantung hasil musyawarah dengan dinas teknis nantinya,’’ ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Rohul Ir M Suib MM kepada Riau Pos, Jumat (20/6).

Menurutnya, pembangunan Kawasan Sentral Agrobisni Peternakan Rohul yang direncanakan oleh pemerintah daerah, sebenarnya cukup bagus, bila dilihat sentral Agrobisni peternakan yang ada di Jawa. Hanya saja karena infrastruktur yang baru dibangun itu rusak akibat hujan dan sulitnya petani mencari rumput, maka petani meminta sapi K2I yang diberikan itu dipindahkan ke pemukiman masyarakat.

‘’Sapi K2I Rohul itu tidak ada yang dijual, tetapi sapi itu dipindahkan ke pemukiman petani, supaya masyarakat bisa berusahan lain menyadap karet dan sawit, di samping memelihara sapi. Ini sangat memudahkan petani. Bahkan kotoran sapi, dapat dimamfaatkan untuk pupuk sawit, karet. Jadi mereka tidak lagi membeli pupuk kimia, malahan pupuk kandang itu dapat diberikan pada tanaman hultikultura,’’ ujarnya.

Dikatakannya, pada APBD Rohul tahun anggaran 2007, pemerintah Kabupaten Rohul menganggarkan pembelian 500 ekor sapi K2I jenis brahman cross (sapi reproduksi) untuk diberikan kepada kelompok petani sapi yang sudah ditetapkan. Sapi yang mati berjumlah 78 ekor dan yang hidup 422 ekor.

‘’Sekarang sapi K2I yang ada pada petani, sudah beranak dan anaknya berjumlah 85 ekor. Dari 85 ekor anak sapi itu, 52 ekor anak sapi betina reproduksi, sisanya 33 ekor sapi jantan yang diperliha di pemukiman petani,’’ jelasnya.

Dia menambahkan, dengan dibuatnya progam lintas sektoral bersama dinas teknis, maka sapi petani yang telah beranak dapat diberikan kepada kelompok tani yang baru, dalam memamfaatkan
Agrobisnis Peternakan di Sungai Salak.

‘’Dari hasil perguliran sapi K2I itu, kita akan bentuk petani baru. 500 ekor sapi K2I Rohul tahun 2007, sudah ada kelompok taninya. Setiap petani memeliha lima ekor sapi. Sekarang karena ada sapi yang mati, para petani ada yang memelihara sapi dua, tiga dan ada yang utuh lima ekor. Bahkan jumlah sapi yang dipeliharanya bertambah dengan berkembangnya sapi itu,’’ paparnya.

Lebih lanjut Suib menerangkan, sapi K2I yang sudah diberikan kepada petani itu, nama-namanya ada, yaitu pada masyarakat transmigrasi dan masyarakat tempatan di Kecamatan Pendalian IV Koto, Rokan IV Koto, Rambahsamo, Ujungbatu dan Kecamatan Rambah. Harus diakui, tidak seluruh masyarakat di Rohul yang menerima bantuan sapi, tetapi lebih disesuaikan dengan kondisi wilayah dalam mengembangkan dan reproduksi sapi.  

Dijelaskan lagi, ditinggalkannya kawasan Sentral Agrobisnis Peternakan Rohul oleh petani, selain mengeluh untuk mendapat makanan rumput, karena di daerah perbukitan sulit didapat makanan ternak. ‘’Di lapangan kita memiliki tenaga teknis pendamping,’’ katanya.(asm)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga