| Tim Yustisi PETI Selesaikan Tugas |
| Sabtu, 21 Juni 2008 | |
|
Amankan 19 Rakit, 8 Mesin, 316 Drum
Laporan Rina Dianti Hasan, Kamparkiri Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya PENERTIBAN yang dilakukan Tim Yustisi Kampar untuk Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) selesai juga. Seluruh rakit dan peralatan milik penambang sudah diangkut dan sungai dibersihkan dari aktivitas penambangan. ‘’Hingga akhir penertiban ini kita sudah mengamankan barang bukti sebanyak 19 rakit, delapan mesin serta 316 drum di Mapolres Kampar,’’ ujar Kapolres Kampar AKBP H MZ Muttaqien SH SIK kepada Riau Pos di Bangkinang, Jumat (20/6). Muttaqien menjelaskan, melanjutkan informasi dari Distamben sebelumnya, penertiban yang dilakukan di sepanjang Sungai Kuantan Singigi, Sungai Subayang dan Sungai Kamparkiri, pihaknya tidak main-main. Siapapun yang melakukan penambangan akan ditertibkan dan kalau mereka masih tidak mau menuruti aturan, maka akan dikenakan sanksi, diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. ‘’Ini adalah komitmen kita dengan Pemerintah Kabupaten Kampar. Untuk itu barang bukti yang ada sebelumnya di kecamatan, bersama Tim Yustisi kita kumpulkan menjadi satu dan semuanya saat ini kita amankan di Mapolres Kampar,’’ ujarnya. Dijelaskannya, saat penertiban di hari pertama, Tim Yustisi berhasil menemukan 52 rakit di Sungai Kuantan Singingi yang panjangnya lima kilo meter dari perbatasan Kabupaten Kampar dengan Kabupaten Kuantan Singingi. ‘’Kita sudah jalankan prosedur yang ada, namun masyarakat memilih membakar rakit mereka, sehingga jumlah yang bisa kita angkut sebagai barang bukti tinggal 19 saja. Hal ini kita bisa maklumi, dan kita sudah berusaha untuk tidak bersikap anarkis terhadap para penambang,’’ jelasnya. Dari penertiban tersebut, hanya aksi pembakaran rakit saja yang terjadi. ‘’Tim terus berjaga di sekitar lokasi hingga proses pembongkaran rakit selesai. Polsek juga melaporkan tidak ada tindakan anarkis baik dari warga ataupun pihak penambang sendiri. Ke depannya, Muttaqien menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan guna menetralkan Sungai Kuantan Singingi aman dari pencemaran limbah. ‘’Akibat dari penambang menggunakan mercury dan air raksa, menyebabkan sungai tercemar bahkan warnanya ketika di simpang kuala antara Sungai Kuansing dengan Sungai Subayang terlihat jelas perbedaannya.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






