| Obama Ingin Osama Ditangkap Hidup |
| Sabtu, 21 Juni 2008 | |
|
WASHINGTON (RP) – Selain ekonomi, terorisme juga menjadi sorotan penting publik Amerika Serikat (AS) dalam rangkaian kampanye dua calon presiden (capres). Dibandingkan John McCain dari Partai Republik yang berapi-api meneruskan tradisi Presiden George W. Bush memburu Osama bin Laden hidup atau mati, Barack Obama cenderung lebih santai. Dia bahkan bertekad menangkap gembong Al-Qaeda itu hidup-hidup.
Menangkap Osama hidup-hidup dan menyeret dia ke pengadilan, menurut Obama, jauh lebih baik daripada membunuhnya. ”Hal penting yang perlu kita lakukan adalah mengumumkan kepada dunia segala bentuk kejahatan yang dia lakukan dan tidak sekalipun mengizinkannya menjadi martir,” papar politikus 46 tahun tersebut setelah berunding dengan tim penasihat kebijakan luar negerinya Rabu petang waktu setempat (kemarin WIB). Lebih lanjut, capres dari partai yang dianggap McCain terlalu lembek menyikapi terorisme itu mengatakan bahwa menyeret Usamah ke meja hijau justru akan mendatangkan banyak keuntungan bagi AS. Senator Illinois tersebut juga mengacu pada isi Nota Kesepahaman (MoU) penting yang disepakati Presiden Bill Clinton pada 1998. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa CIA berhak membunuh Osama jika upaya untuk menangkapnya dalam keadaan hidup tidak memungkinkan. Namun, jika Usamah tertangkap di bawah kepemimpinan Obama, dia tidak akan memberlakukan MoU tersebut. Tapi, politikus yang tidak pernah sepakat dengan cara pemerintahan Bush memperlakukan tahanan di Penjara Teluk Guantanamo, Kuba, itu masih merahasiakan metode yang akan dia gunakan untuk menangkap Osama. Hanya, dia mengaku terinspirasi persidangan Nazi di Nuremberg, Jerman. Dia menambahkan, pendekatan yang dilakukan Bush dan nantinya McCain terhadap Al-Qaeda justru membuat kelompok militan itu semakin leluasan menyebarkan terornya ke seluruh dunia. Dalam kesempatan itu, capres kulit hitam pertama AS tersebut juga mengkritik kebijakan luar negeri yang diterapkan Bush selama ini. Dia mengatakan bahwa kebijakan Republik terlalu AS-sentris dan terkesan mengabaikan negara-negara lain. Parahnya, tandas Obama, kebijakan tersebut akan dilestarikan McCain yang mengklaim dirinya jauh lebih paham soal hubungan internasional dan politik. (ap/hep/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






