• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Ahad, 07 September 2008 || 6 Ramadan 1429 Hijriah
Total SportBungkam Kritik

Minggu, 07 September 2008

article thumbnail

Teras UtamaKloter Haji Pertama Berangkat 5 November

Minggu, 07 September 2008

article thumbnail

Spirit Juara 1994
Sabtu, 17 Mei 2008
JAKARTA (RP) - Istana Olahraga (Istora) Piala Uber menjadi saksi kehebatan Srikandi Indonesia juara Piala Uber 1994 dengan melumpuhkan Cina di final. Spirit itulah yang diusung Pia Zebadiah dkk saat bentrok dengan Cina di final malam ini (siaran langsung Trans7 pukul 19.00 WIB).
Kala itu, gemuruh ribuan suporter menjadi pembakar semangat tempur Susi Susanti dkk untuk menggagalkan ambisi Cina. Nah, menghadapi Cina malam ini (17/5), Ardianti Firdasari dkk sangat memerlukan dukungan total fans Merah Putih di Istora. ‘’Penonton memberikan arti tersendiri kepada tim. Motivasi anak-anak semakin meningkat dengan dukungan penonton,’’ jelas Marleve Mainaky, Pelatih tunggal putri Indonesia, kemarin (16/5).

Modal dukungan penonton tersebut sangat penting untuk menutupi kelemahan dari sisi teknis. Dari materi pemain, Cina lebih unggul di tunggal dan ganda. Mereka mengusung pemain berperingkat empat besar di tunggal dan ganda. ‘’Tapi, saya senang, tren permainan anak-anak juga semakin meningkat setelah mengalahkan Jepang,’’ ungkap Marleve.

Dia berharap agar para pemain mampu tampil lebih fokus pada final nanti. Dia tak memungkiri, penampilan tunggal pertama Maria Kristin kerap tidak meyakinkan di lapangan. Apalagi, dia harus menghadapi banyak pemain yang memiliki ranking di atasnya. Saat ini Maria di urutan ke-30 dunia. Namun, kondisi Xie Xingfang sebagai tunggal pertama Cina juga tidak begitu bagus. Dalam sesi latihan di Istora kemarin, siku kanan Xingfang dibalut perban. ‘’Kami tidak boleh lengah. Tetapi, kondisi itu memang cukup menguntungkan,’’ papar Marleve.

Tunggal kedua Adriyanti Firdasari diharapkan mampu mempertahankan performanya seperti kala menghadapi Jerman di semifinal, Kamis (15/5). Kalau Cina tetap menerjunkan Xingfang, Firda (sapaan karib Adriyanti Firdasari) bakal menantang Lu Lan. Di atas kertas, Firda masih kalah jauh daripada Lu Lan. ‘’Tetapi, tidak ada yang tidak mungkin kan,’’ ungkapnya.

Begitu pula Pia Zebadiah yang tampil menawan sebagai penentu kemenangan saat kontra Jerman. ‘’Anak-anak harus memiliki keyakinan menjadi juara lebih dahulu,’’ tegasnya.

Ya, sebagai tunggal ketiga, Pia memiliki beban berat sebagai penentu apabila para pemain di atasnya hanya mampu menahan Cina 2-2. Pia akan ditantang Zhu Lin sebagai tunggal ketiga yang kini berada di urutan keempat dunia. ‘’Kalau diperhatikan, kondisi Cina malah semakin buruk di Piala Uber, berkebalikan dengan tim Merah Putih. Setelah menuai kemenangan atas Jepang, rasanya, tidak ada yang tidak mungkin,’’ tegasnya.(jpnn)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailFresh Lemon Sharp Siap Bersaing

Jumat, 05 September 2008

PEKANBARU (RP) - MASIH ingat kesegaran lemon yang telah diberikan Sharp sejak Hari Ibu tahun 2006 yang lalu hingga kini?

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailKembalikan Fungsi Awal Portal Jembatan Siak

Jumat, 05 September 2008

RUMBAI (RP) - Tumbangnya portal Jembatan Siak di sisi pesisir Rumbai memang sudah diwanti-wanti sejak awal. Apalagi sejak di bagian atas jembatan itu dipasang tempat baliho raksasa, beban...

Simak Juga