• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Sabtu, 30 Agustus 2008 || 28 Syakban 1429 Hijriah
Total SportSaatnya Juara

Jumat, 29 Agustus 2008

article thumbnail

Teras UtamaSepakati Multi Tafsir Perjuangan Pers

Jumat, 29 Agustus 2008

article thumbnail

2006-2008, 1.209 Laporan Ayam Mati Flu Burung
Sabtu, 17 Mei 2008

KOTA (RP) - Dari data Distan dan Diskes Pekanbaru, selama tahun 2006-2008, dua orang warga Pekanbaru meninggal karena virus flu burung. Dua orang tersebut adalah Any (40), warga Komplek Nangka Sari dan Linda Tiesmeri (44) warga komplek PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) Rumbai. Sementara itu laporan ayam mati yang diterima pada periode yang sebanyak 1.209 ayam mati mendadak di Pekanbaru. Virus tersebut mewabah di Kecamatan Senapelan, Bukit Raya, Marpoyan Damai, Rumbai, Rumbai Pesisir, dan  Payung Sekaki.
Sedangkan tahun 2006 jumlahnya laporan tercatat sebanyak 1.668 ekor ayam mati mendadak.

Menurut Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Pekanbaru Ir Sentot Prayitno, kejadian mewabahnya virus flu burung, sebaiknya menjadi contoh bagi warga lainnya. Sentot berharap warga bisa menghindari pemeliharaan unggas di sekitar perumahan padat penduduk.

‘’Bila tidak ingin terjangkit virus flu burung. Dari semula kami sudah melakukan sosialisasi tentang pencegahan penyakit mematikan ini. Tapi kondisi di lapangan berbeda jauh dari harapan, banyak masyarakat yang tidak peduli,’’ kata Sentot pada Riau Pos.

Diungkapkan, pasien suspect flu burung di Pekanbaru selama  periode tersebut adalah Vivi Sukowati warga Jalan Limbungan Gg Cemara I Kecamatan Rumbai Pesisir, NI dan Mr perawat Rumah Sakit Awal Bros, Putri Amanda warga Jalan Kartama, Gang Jahe, Kelurahan Maharatu, Marpoyan Damai, Muhammad Hasif Hibatullah (tiga tahun sembilan bulan) warga Jalan Limbungan, Kecamatan Rumbai, Azza Zhafira warga Kelurahan Tangkerang, Kecamatan Bukit Raya dan Kevin Saputra warga Jalan Melati RT 05/RW01, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Sukajadi.

‘’Mereka yang terjangkit flu burung kebanyakan tinggal di rumah padat penduduk, tanah becek, lembab, dan kotor sangat berpotensi mewabahnya virus flu burung. Di lokasi terlihat jelas kondisi itu. Kita berharap warga bisa menghindarilah memelihara ternak di perumahan warga padat penduduk. Jangan sampai virus mematikan ini menjangkiti kita lagi,’’ imbuh dia.

Menurut dia, virus flu burung dapat dikatakan wabah yang perlu keseriusan dalam penanganannya, sehingga tidak menelan korban jiwa di Pekanbaru. Setiap puskesmas, kata dia, bisa melakukan antisipasi rapid test diagnosis pasien terjangkit flu burung. Dengan demikian, tingkat kematian pasien flu burung tidak terjadi lagi 2008 ini.(new)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailKedai Kopi Massa Kok Tong Lirik Pekanbaru

Jumat, 29 Agustus 2008

PEKANBARU (RP) - Kedai Kopi Massa Kok Tong yang sudah beroperasi sejak 1925 silam, kini hadir di Pekanbaru dengan lokasi di samping Hotel Grand Elite Pekanbaru. Kedai kopi khas Siantar ini...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailElpiji Tembus Rp105 Ribu

Jumat, 29 Agustus 2008

Pertamina: Jangan Beli di EceranKOTA (RP) — Pertamina baru saja menaikkan harga elpiji tabung isi 12 kilogram dari Rp63 ribu menjadi Rp69 ribu. Tapi, harga itu rupanya tak berlaku...

Simak Juga