| Ayo, Susul Uber |
| Jumat, 16 Mei 2008 | |
Laporan JPNN, JakartaGenderang perang di tabuh Tim Thomas Indonesia. Hari ini, Sony Dwi Kuncoro dkk mengumandangkan tekad untuk membungkam Korea Selatan (Korsel) pada babak semifinal di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (siaran langsung Trans TV pukul 18.00 WIB). Dalam sembilan laga sebelumnya, punggawa Indonesia selalu unggul atas Korsel. Dengan dukungan ribuan suporter di Istora, Sony dkk berbulat tekad untuk mengganyang Korsel sekaligus merebut tiket final. Mereka siap memberikan perlawanan sengit kepada pemain Negeri Ginseng yang dikenal gigih di lapangan. Menurut Pelatih Kepala Indonesia Christian Hadinata, Tim Thomas Korsel memiliki kekuatan yang komplet, baik di sektor tunggal maupun ganda. ‘’Mereka juga memiliki karakteristik bermain dengan ngotot. Maka, kami harus lebih ngotot,’’ tegas pelatih yang juga menjabat ketua Sub Bidang Pelatnas PB PBSI tersebut. Di tunggal pertama, Korsel memiliki Park Sung Hwan yang tengah naik daun. Seperti halnya Indonesia yang mempromosikan Sony Dwi Kuncoro ke tunggal pertama, Korsel mengambil langkah serupa. Mereka sengaja mendongkrak posisi Park untuk menempati tunggal pertama. Sedangkan Lee Hyun Il, yang sebelumnya memiliki peringkat dunia di atas Park, dikorbankan sehingga turun menjadi tunggal kedua. Dia akan meladeni Taufik Hidayat di tunggal kedua. Sedangkan Sony menguji Park. Di tunggal ketiga, Indonesia mengandalkan Simon Santoso yang kemungkinan bertemu Shon Seung Mo. Di nomor ganda, Korsel memiliki dua pasangan yang tangguh, Lee Yong Dae/Jung Jae Sung dan Hwang Ji Man/Lee Jae Jin. Duet Yong Dae/Jae Sung adalah peraih gelar juara di All England dan Swiss Open 2008 pada April lalu. Nah, nomor ganda inilah yang perlu diwaspadai Indonesia. ‘’Pertahanan mereka sangat kuat,’’ terang Kido. Namun, Kido/Hendra memiliki bekal yang lebih baik daripada koleksi kemenangan Yong Dae/Jae Sung. Kido/Hendra yang kini berada di urutan pertama dunia menuai satu kemenangan lebih banyak dari lima kali perjumpaan. Ganda kedua Joko Riyadi/Hendra A. Gunawan belum sekali pun mampu menumbangkan ganda kedua Korsel. Lantas, apakah Indonesia memercayakan ganda kedua kepada Candra Wijaya/Nova Widianto? ‘’Besok (hari ini, red) pukul 12.00 baru bisa dibicarakan,’’ tutur Christian. Namun, pihaknya bertekad untuk menurunkan skuad terbaik demi mendapatkan tiket ke final. ‘’Kami jelas akan memiliki pendukung yang akan memihak kepada tim. Itu satu keunggulan kami,’’ ucap Christian. Bagaimana Korsel? Kim Jong Soo, manajer Korsel, memang menyusun skenario untuk bertemu Indonesia di semifinal. Jadi, mereka pun memilih kalah dari Malaysia dan Inggris di babak penyisihan grup.(vem/pen/aww/aga) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






Laporan JPNN, Jakarta
