• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Kamis, 21 Agustus 2008 || 18 Syakban 1429 Hijriah
Total SportHarus Menang

Rabu, 20 Agustus 2008

article thumbnail

Teras UtamaMendagri Berhentikan Chaidir dari Ketua DPRD

Rabu, 20 Agustus 2008

article thumbnail

Biar Fresh, Ajak Keluarga Raun Panik
Minggu, 06 April 2008
MASIH bisa menulis di sela-sela kesibukan, bagi Isjoni adalah seni tersendiri dari menulis itu. Berani menghadapi tantangan itu merupakan kiat Isjoni sehingga bisa menulis puluhan buku dalam rentang lima tahun.

Salah satu hal yang membuatnya yakin bisa menulis buku adalah kemampuannya melakukan 40 penelitian tindakan kelas selama 10 tahun menjadi kepala sekolah. Produktivitas itu juga berdampak ke karirnya sehingga di usia 38,5 tahun, pangkatnya sudah IV/c.

Di samping itu semua, rupanya Isjoni juga mempunyai rutinitas sendiri sebelum menulis. Isjoni kerap mengajak istri dan anak-anaknya jalan-jalan keliling kota dengan mobil habis Salat Magrib dan setelah Salat Isya kembali ke rumah dan kondisi fresh dan dilanjutkan dengan menulis. Isjoni menyebutnya ‘’raun panik’’ dan diakuinya bisa membuatnya fresh untuk menulis lagi.

‘’Raun panik itu hingga sekarang masih saya lakukan, tapi tidak sesering dulu lagi. Kebiasaan saya menulis seperti makalah atau tulisan sehari sebelum dead line menjadikan raun panik itu bisa membuat fresh,’’ ujar ISjoni.

Namun selain itu semua, Isjoni mengagumi semangat kegigihan ayahnya dalam menyekolahkan anak-anaknya. Tak heran Isjoni beserta tujuh saudaranya mampu menamatkan sekolah hingga perguruan tinggi. “Biar kepala saya terjual yang penting kalian sekolah,” tutur Isjoni mengenang ucapan ayahnya untuk mendorong dan memotivasi anak-anaknya sekolah.

Menurut Isjoni, ayahnya dulu sekolah agama ke Sulit Air, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. ‘’Hingga kini motivasi ini masih melekat,’’ ungkap Isjoni.(fia/ila)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

StopGlobalWarming.org