Sabtu, 11 Oktober 2008 || 10 Syawal 1429 Hijriah
Total SportSony, Kido dan Nova Melaju ke Final

Minggu, 28 September 2008

article thumbnail

Teras UtamaIdul Fitri, LE Undang Rakyat Riau

Minggu, 28 September 2008

article thumbnail

Cyrano
Minggu, 06 April 2008
”SAYALAH Cyrano. Lengkapnya Cyrano de Bergerac. Tokoh ciptaan sandiwara bersajak lima babak karya Edmond Rostand yang dibentangkan untuk pertama kali di Paris pada tahun 1897 dan diterbitkan tahun berikutnya. Komedi romantik yang tokoh utamanya saya ini merupakan karya pentas Perancis yang sangat popular sebelum pecahnya Perang Dunia Pertama.

‘’Sedih sekali kalau mengenang bahwa penampilan saya kadang-kadang mengundang ketawa. Selain tidak gagah, hidung saya lebih panjang sedikit dari orang-orang di sekitar. Memang tidaklah sepanjang hidung Pinocchio dalam karya Carlo Collodi Le avventure di Pinocchio: Storia di un burattino yang setiap kali berbohong bertambah panjang. Dan tidak pula seperti hidung pendeta dalam karya Ryunosuke Akutagawa ‘’Hana’’ (Hidung).

‘’Hidung yang ukurannya lebih dari hidung-hidung orang lain ini agaknya membawa sial bagi saya. Buktinya meskipun saya ini orangnya cukup cerdas dan berbakat tak seorang gadis pun yang sudi menoleh sepintas lintas kepada saya. Dari jauh mereka mungkin menaksir saya, tapi segera membuang muka setelah memandang ke hidung saya yang celaka. Padahal berhidung besar seperti saya dan tokoh cerita Akutagawa Ryunosuke dan berhidung panjang seperti Pinocchio jauh lebih baik jika dibandingkan dengan tokoh dalam cerita karya Nikolai Gogol yang mengisahkan tentang seorang lelaki yang terbangun di suatu pagi dan kehilangan hidung; lalu ia pun berkeliling di kota Saint Petersburg berupaya mencari hidungnya yang hilang. Biar saja orang mengejek kami yang berhidung besar karena  keadaan orang yang kehilangan hidung lebih parah dari kami.   

‘’Seperti kalau saya berdiri di depan cermin, ada dua Cyrano de Bergerac dalam kesusastraan Perancis. Setelah saya, Cyrano lainnya bernama lengkap Savinien Cyrano de Bergerac, seorang pengarang cerita sandiwara dan satiris  yang karya-karyanya dijalin dengan satir politik dan fantasi sains. Ia lahir di Paris pada 6 Maret 1619 dan meninggal-dunia juga di Paris pada 28 Juli 1655. Tentang  Cyrano de Bergerac yang bukan saja diperlukan bukti, saksi dan dokumen-dokumen karena ia sosok yang melekat dengan fakta.

‘’Kisah hidupnya penuh gelora telah dijadikan dasar dari cerita-cerita romantis yang tak jelas hubungan sejarahnya. Sebagai anak muda ia memasuki kelompok pengawal yang terluka dalam pengepungan Arras pada tahun 1640. Karier militernya terhenti karena ia sibuk belajar mathematik di bawah binaan pakar mathematik Perancis yang terkemuka pada zaman itu yaitu Pierre Gassendi. Di bawah pengaruh teori sains Gassendi dan pendalaman pada filsafat kebebasan ia menulis karya-karya sastranya. Salah-satu karyanya yang terkenal berjudul L’histoire comique des états et empire de la lune bertitiwangsa 1619-1655 yaitu Riwayat Lucu di Negeri-negeri dan Kemaharajaan Bulan yang diterbitkan secara posthumous. Setelah mengarang cerita-cerita yang berlangsung di negeri-negeri dan kekaisaran di Bulan dilanjutkan dengan yang terjadi di negeri-negeri dan kekaisaran di Matahari yang diterbitkan secara posthumous.   

‘’Demikian juga tentang Edmond Rostand, pencipta batang tubuh dan jiwa saya. Ia menciptakan saya sebagai tokohnya memang didasari dari wujud Savinien Cyrano de Bergerac. Nama lengkap sang pencipta karya sandiwara bersajak itu Edmond-Eugène Rostand yang lahir pada 1 April 1868 di Paris dan meninggal-dunia di kota kelahirannya  2 Desember 1918. Tiga karya teaternya yang tergolong berhasil ialah L’Aiglon pada tahun 1900 dan  Chantecler tahun 1910 serta La Dernière Nuit de Don Juan yang diterbitkan secara posthumous pada tahun 1921. Karena kepengarangannya yang mencuat dan mengatasi teman-temannya sesama pengarang lainnya Edmond Rostand dipilih menjadi anggota Académie Française pada tahun 1901.

‘’Akan tetapi saya, Cyrano de Bergerac yang tokoh ciptaan Edmond Rostand di dunia yang fana ini samasekali tak memerlukan bukti, saksi dan dokumen-dokumen atau yang semacam itu. Yang saya perlukan ialah adanya sang pencipta tokoh dalam karya sastra sebab saya sosok yang hidup dalam fiksi. Selagi deru gelombang karya sastra terus diciptakan dan terus saja pecah di bibir pantai dan bersambung datang lagi dan lagi, saya akan terus ada. Sekali saya ditulis dan saya pun tertulislah. Gairah hidup harus terus ada dan terus juga harus membaru dalam perjalanan hidup ini meski bagaimanapun buruknya nasib dan buruknya rupa lengkap dengan kemalangan.   

Nasib malang atau tidak saya dengan sesungguh hati mencintai saudara sepupu saya Roxane. Akan tetapi Roxane tidak mencintai saya, dia telah menyimpan dan memeram diri teman saya Christian de Neuvillette di lubuk hatinya.

‘’Lalu terjadilah perbuatan yang sering dilakukan orang-orang muda yang dimabuk anggur asmara baik di Roma atau di Rengat, di Postdam atau di Pasir Pengaraian, di Paris atau di Penyengat, yaitu: saya menuliskan surat cinta dari Christian kepada Roxane. Saya  bahkan bersembunyi dalam gelap tepat di bawah balkon rumah Roxane berbicara dengan meniru suara Christian sepenuh gairah karena mabuk oleh anggur yang lebih dari anggur, sebalang alkohol yang dibawa Orpheus dari kayangan untuk mengobat dirinya yang gagal membawa Euripdes kembali ke rumah karena melanggar pantangan dengan menoleh ke arah belakang.

‘’Saya tahu banyak sekali orang-orang muda yang menjadi penulis surat cinta yang dilakukan dengan penuh gairah sepertinya ia sendirilah yang mencintai gadis yang menjadi sasaran surat itu. Atau kadang-kadang seringkali pula terjadi si penulis surat itu sebenarnya memang sungguh-sungguh mencintai si sasaran tapi apa daya ia bukan orang yang beruntung. Masalahnya bukan karena hidung si Anu besar lebih dari ukuran biasa atau hidung si Ona hilang seperti yang dialami oleh tokoh cerita Nikolai Gogol. Nasib malang dan nasib baik seseorang tak ada hubungannya dengan besar atau kecilnya hidung atau tidak juga berkaitan dengan hilang atau tidaknya hidung seseorang.  

‘’Sebenarnya saya ini bukan kembaran dari Cyrano de Bergerac yang hidup mendahului kehidupan saya hampir tiga abad terdahulu; saya dicipta dengan pola yang sudah pada dari dirinya. Memang sosok kami persis sama apabila dilihat di refleksi cermin. Akan tetapi jangan lupa ia betul-betul hidup dan saya dihidupkan oleh pencipta saya. Dalam perjalanan waktu mungkin timbul keraguan siapa di antara kami berdua yang benar-benar hidup. Keraguan ini penting sekali untuk suatu proses penciptaan karya seni.

‘’Sebenarnya lagi saya tak tahu pasti siapakah di antara kami berdua yang berdiri di depan cermin ini yang benar-benar Cyrano de Bergerac. Sayakah, Cyrano de Bergerac tokoh dalam sandiwara bersajak Cyrano de Bergerac karya Edmond Rostand  atau Cyrano de Bergerac yang namanya pakai Savinien, seorang pengarang yang hidup lebih dua setengah abad sebelum saya diciptakan?***
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

StopGlobalWarming.org