| Lomba Menulis Novel di Bandar Serai dan DKJ |
| Minggu, 06 April 2008 | |
|
DUA lomba menulis novel dengan hadiah puluhan juta rupiah digelar tahun 2008 ini. Di Riau, untuk keempatkalinya, Yayasan Bandar Raja Ali Haji (Bandar Serai), akan menggelar Ganti Award IV 2008. Menurut Ketua Harian Yayasan Bandar Serai, Al Azhar, meski penyelenggaraan ketiga pesertanya berkurang dari yang kedua, namun pihaknya tetap akan menyelenggarakan lomba ini untuk merangsang dunia penulisan novel di Riau.
“Memang belum banyak novel di Riau yang lahir. Kami berharap, akan terus lahir novelis baru dari lomba ini,” jelasnya. Dalam dua penyelenggaraan terakhir, Marhalim Zaini sukses menjadi pemenang. Sedang pada edisi pertama, Hary B Kori’un meraih Ganti Award perdana. Sedangkan nama-nama yang pernah masuk nominasi antara lain Aris Wahyudi, Fitri Mayani, Sudarno Mahyudin, Olyrinson dan Zulfadli. Syarat mengikuti lomba ini, kata Al Azhar, sangat mudah. Peserta adalah penduduk Provinsi Riau dan Kepulauan Riau (dibuktikan dengan KTP dan sejenisnya), tema bebas, naskah belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang diikutkan sayembara lain, peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah, diketik dua spasi minimal 100 halaman dan dijilid rangkap satu kemudian dikirimkan bersama disketnya ke Sekretariat Yayasan Bandar Serai Komplek Bandar Serai (Purna MTQ) Jl Sudirman Pekanbaru, telepon (0761) 40830, paling lambat 30 September 2008 (stempel pos). Hanya ada satu pemenang yang berhak mendapatkan Ganti Award dengan hadiah 15 juta rupiah, sedang naskah yang dianggap layak dan bagus akan diterbitkan dan dibayar royaltinya. Pemenang akan diumumkan pada Desember 2008. Lomba DKJ Sementara itu Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) juga mengadakan lomba penulisan novel untuk yang kesekiankalinya. Menurut Ketua Komite Sastra DKJ, Zen Hae, telah banyak novelis berkualitas yang lahir dari ajang yang digagas sejak tahun 1970-an ini. Mereka, misalnya, Putu Wijaya, Wisran Hadi, Budi Darma, Ayu Utami, Dewi Sartika, Gus tf Sakai, Ratih Kumala dan yang lain. Beberapa penulis Riau seperti Ediruslan Pe Amanriza dan Taufik Ikram Jamil pernah masuk dalam deretan pemenang dalam lomba ini. Tahun lalu, pemenang lomba novel DKJ adalah Mashuri (Surabaya) dengan novel berjudul Hubbu yang menyisihkan hampir 1000 naskah yang masuk. “Kami ingin terus merangsang para novelis, baik yang baru atau yang sudah terkenal, untuk terus menulis. Diharapkan para penulis terus mencari bentuk dan isi baru sehingga perkembangan novel Indonesia akan lebih baik lagi,” jelas lelaki yang dipilih sebagai Tokoh Sastra Tempo 2007 ini. Syarat lomba ini adalah warga negara Indonesia yang dibuktikan dengan KTP atau identitas lain, peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah, naskah belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun, baik sebagian maupun seluruhnya, naskah tidak sedang diikutkan dalam sayembara serupa, naskah dan judul ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dengan tema bebas. Panjang naskah minimal 100 halaman A4, 1,5 spasi, Times New Roman 12, disertai biodata dan alamat lengkap dalam lembar tersendiri, di luar naskah. Naskah dijilid rangkap lima (5) dan dikirim ke Panitia Sayembara Menulis Novel DKJ 2008, Dewan Kesenian Jakarta Jl Cikini Raya 73 Jakarta 10330, Telepon. (021) 3193 7639-316 2780. Batas akhir pengiriman naskah tanggal 31 Agustus 2008 (cap pos atau diantar langsung). Menurut Zen, para pemenang akan diumumkan dalam Malam Anugerah Sayembara Menulis Novel DKJ 2008 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada akhir Desember 2008. Dalam lomba kali ini, DKJ hanya akan memilih tiga pemenang dengan perincian: pemenang I mendapatkan hadiah uang Rp20 juta, pemenang II mendapatkan Rp15 juta dan pemenang ketiga mendapatkan hadiah uang Rp12,5 juta.(hbk) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





