| Alternatif Tempat Rekreasi Keluarga |
| Sabtu, 15 Desember 2007 | |
Laporan M HAPIZ dan MONANG LUBIS, Kota
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) menyebutkan selama 2007 ini telah menyelesaikan pembangunan dua taman kota. Pertama di simpang Jalan Sudirman-Jalan Imam Munandar, dan kedua di simpang Bingung, Rumbai. Selain itu, Pemko juga telah membebaskan lahan lebih dari dua hektare di Jalan Garuda Sakti, Kecamatan Tampan untuk dijadikan taman kota. Rencananya, 2008 nanti baru akan dibuat Detail Enggineering Design (DED) dan pada 2009, baru akan dibangun. Wali Kota Pekanbaru, Drs H Herman Abdullah MM mengatakan Pemko akan terus berupaya menambah jumlah taman kota. ‘’Kita memang harus memanjakan masyarakat Pekanbaru dengan tempat rekreasi. Salah satu wahana rekreasi murah untuk masyarakat yang kita buat adalah taman kota dan hal itu memang perlu,’’ ungkap Wali Kota kepada Riau Pos, Jumat (14/12). Setidaknya taman kota yang dibuat menjadi alternatif bagi masyarakat yang hendak melakukan rekreasi dan Pemko memang memikirkan hal itu sejak jauh-jauh hari. Dari segi jumlah diakuinya, jumlah taman kota masih sangat kurang karena bisa dihitung dengan jari. ‘’Ke depan kita mengharapkan Pekanbaru memiliki banyak taman kota, sehingga msyarakat tidak perlu bingung lagi jika ingin berkumpul bersama keluarga. Mereka bisa langsung ke taman kota,’’ katanya. Soal berapa anggaran yang telah dikeluarkan untuk taman kota, Kepala DKP Pekanbaru, Mayulis Yahya enggan menyebutkannya. Ia hanya mengatakan untuk membangun taman kota memang diperlukan dana yang besar. ‘’Untuk pembebasan lahannya saja sudah banyak dana yang disedot, apalagi membangunnya. Jadi lebih baik dimaksimalkan yang ada sehingga lebih bisa bermanfaat ketimbang menunggu penganggaran pembangunan taman kota yang baru,’’ujar dia. Dengan kondisi anggaran yang terbatas, Mayulis pesimis setiap kecamatan akan ada taman kotanya. Belum lagi sulitnya meminta partisipasi pihak kecamatan untuk itu. ‘’Untuk saat ini, upaya lebih ditekankan terhadap memaksimalkan kondisi taman kota yang ada,’’ ujarnya. Mayulis pun mengkritik sikap warga yang memilih bersantai di bundaran air mancur depan Kantor Wali Kota Pekanbaru dengan alasan minimnya tempat-tempat berekreasi atau taman kota. Menurutnya, hal-hal seperti itulah yang merusak keindahan kota. ‘’Padahal Pemko saat ini sedang giat-giatnya menarik investor sebanyak-banyaknya. Jangan merusak keindahan yang nanti malah investor menjadi malas berinvestasi disini. Manfaatkan saja taman kota atau tempat rekreasi yang ada saat ini untuk bersantai,’’ kata dia.(yls) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





Laporan M HAPIZ dan MONANG LUBIS, Kota
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

