| Tungku |
| Minggu, 23 Maret 2008 | |
|
Puisi Oleh Pandapotan MT Siallagan
pada uap nasi di piring panas tungku tak ingin hilang sebab jejak bara di dinding batu bukan belenggu api di ujung kayu kau tahu, sesuatu telah pasrah jadi abu agar kau cecap madu dalam empedu sejauh itu kuturuni lembah kesetiaan sebab bersama segumpal nasi di piring lumpur, jerami dan sekam juga kau telan seolah membuka lumbung rahasia petang lihatlah, api yang membara di tungku seperti angin menyusur kelokan pematang tapi kau tersesat di lorong sunyi itu mengerang di jalan-jalan yang hilang kau tahu, sesuatu telah pasrah jadi abu aku makin birahi meragukan kesetiaan Pematangsiantar, Februari 2008 Bingkai Doa di dalam bingkai foto-Mu aku memungut daun-daun gugur kulihat punggungku memanggul langit taman gersang sekurus tubuhku merindu-Mu seberat menyapu bumi daun-daun terus berguguran Pekanbaru, Februari 2008 Dasar Jiwa kita memiliki jiwa yang sama seperti matahari di langit kota berpagar bukit mengurai cahaya juga di lembah sunyi muasalku maka kita tahu, ada rembulan di dasar jiwa bagai senyum dewa mengintip dari balik gunung mengusap gubuk-gubuk beku di dusun yang jauh kita memiliki jiwa yang sama seperti angin mengabadikan dingin di sungai berbatu mengabadikan gairah ombak di segala samudra maka kita tahu, di dasar jiwa ada muara bagai ruang rindu tempat bersua mata airku dengan laut-Mu Pematangsiantar, Februari 2008 Angin Kering bertolak ke kota-kota asing mimpi disambar angin kering riwayat kampung mengambang sejauh aroma lembah melayang bunga rindu mengerontang hanya bersua hilang jantung di jalan-jalan remang di mana tanah janji-Mu? lama masih akan terekam dalam jiwa kepergian pagi itu dihantar burung gereja bergema isak tangis dan pilinan doa di tanah berbukit di ujung desa ah, sunyi itu menguntit senantiasa rindu pada Kau di ujung jiwa Pematangsiantar, Februari 2008 Pandapotan MT Siallagan, lahir di Silobosar, Simalungun, Sumut tahun 1979. Proses kreatif menulis secara intens berlangsung di Pekanbaru, Riau, sepanjang 2000-2005. Kini bekerja di Pematangsiantar sebagai redaktur harian METRO SIANTAR (Riau Pos Grup). Sejumlah tulisannya dapat dibaca di www.sungai.wordpress.com |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|



