Jumat, 21 November 2008 || 23 Zulqaidah 1429 Hijriah
Total SportFantastis

Jumat, 21 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTindak Tegas Biro Travel Telantarkan JCH di Malaysia

Jumat, 21 November 2008

article thumbnail

Tungku
Minggu, 23 Maret 2008
Puisi Oleh Pandapotan MT Siallagan
pada uap nasi di piring
panas tungku tak ingin hilang
sebab jejak bara di dinding batu
bukan belenggu api di ujung kayu

kau tahu, sesuatu telah pasrah jadi abu
agar kau cecap madu dalam empedu

sejauh itu kuturuni lembah kesetiaan
sebab bersama segumpal nasi di piring
lumpur, jerami dan sekam juga kau telan
seolah membuka lumbung rahasia petang

lihatlah, api yang membara di tungku
seperti angin menyusur kelokan pematang
tapi kau tersesat di lorong sunyi itu
mengerang di jalan-jalan yang hilang

kau tahu, sesuatu telah pasrah jadi abu
aku makin birahi meragukan kesetiaan

Pematangsiantar, Februari 2008

Bingkai Doa

di dalam bingkai foto-Mu
aku memungut daun-daun gugur
kulihat punggungku memanggul langit
taman gersang sekurus tubuhku
merindu-Mu seberat menyapu bumi
daun-daun terus berguguran

Pekanbaru, Februari 2008

Dasar Jiwa

kita memiliki jiwa yang sama
seperti matahari di langit kota berpagar bukit
mengurai cahaya juga di lembah sunyi muasalku

maka kita tahu, ada rembulan di dasar jiwa
bagai senyum dewa mengintip dari balik gunung
mengusap gubuk-gubuk beku di dusun yang jauh

kita memiliki jiwa yang sama
seperti angin mengabadikan dingin di sungai berbatu
mengabadikan gairah ombak di segala samudra

maka kita tahu, di dasar jiwa ada muara
bagai ruang rindu tempat bersua
mata airku dengan laut-Mu

Pematangsiantar, Februari 2008

Angin Kering

bertolak ke kota-kota asing
mimpi disambar angin kering
riwayat kampung mengambang
sejauh aroma lembah melayang
bunga rindu mengerontang
hanya bersua hilang jantung
di jalan-jalan remang

di mana tanah janji-Mu?

lama masih akan terekam dalam jiwa
kepergian pagi itu dihantar burung gereja
bergema isak tangis dan pilinan doa
di tanah berbukit di ujung desa
ah, sunyi itu menguntit senantiasa
rindu pada Kau di ujung jiwa

Pematangsiantar, Februari 2008

Pandapotan MT Siallagan, lahir di Silobosar, Simalungun, Sumut tahun 1979. Proses kreatif menulis secara intens berlangsung di Pekanbaru, Riau, sepanjang 2000-2005. Kini bekerja di Pematangsiantar sebagai redaktur harian METRO SIANTAR (Riau Pos Grup). Sejumlah tulisannya dapat dibaca di www.sungai.wordpress.com
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org