Jumat, 21 November 2008 || 22 Zulqaidah 1429 Hijriah
Total SportFantastis

Jumat, 21 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTindak Tegas Biro Travel Telantarkan JCH di Malaysia

Jumat, 21 November 2008

article thumbnail

Perpustakaan Simbol Peradaban
Minggu, 23 Maret 2008
Perpustakaan merupakan jantung ilmu pengetahuan. Tidak ada suatu bangsa maju tanpa ada perpustakaan. Karena itu, di negara-negara maju pemerintahnya memiliki perhatian yang cukup besar terhadap keberadaan perpustakaan.

Laporan HERIANTO BASERAH, Pekanbaru  Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Agar perpustakaan dapat dikelola dengan baik, pengelola perpustakaan diharuskan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai. Pemerintah diharuskan pula memberikan perhatian lebih dalam finansial.

Husni Thamrin selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau menyatakan salut kepada pemerintah Provinsi Riau yang memberikan perhatian terhadap perpustakaan wilayah yang terletak di Jalan Sudirman.

‘’Di Indonesia, belum ada gedung pustaka yang semegah itu yang dimiliki sebuah provinsi. Tetapi kedepannya, jangan saja gedung pustaka atau fisiknya saja yang megah, tetapi harus memiliki kelengkapan sumber-sumber bahan bacaan,’’ ujar Husni Thamrin mengingatkan.

Jika perpustakaan di Riau ini dapat menyaingi perpustakaan Asean di Singapura dan pustaka yang memiliki koleksi buku terlengkap di Belanda. Perpustakaan di dua negeri itu merupakan pustaka modern di dunia.

Husni menjadikan buku sebagai referensi mewujudkan penelitian yang dilaksanakannya, untuk mendapatkan buku yang diingini maka ia mencari hingga ke Singapura dan Belanda. Sebelumnya ironi memang, referensi Melayu lebih lengkap di Belanda dan Singapura, semestinya Riau yang lebih lengkap koleksi buku yang berisi tentang kebudayaan Melayu. Seperti buku Hikayat Siak kenapa disimpan di Belanda.

‘’Kebiasaan orang Belanda patut menjadi contoh. Mereka sangat menyukai koleksi buku. Suka koleksi benda-benda yang sudah usang. Sementara orang kita tidak memiliki kebiasaan seperti itu. Kalau sudah usang malahan dijual, malahan dengan harga murah pula,’’ ujarnya prihatin.

Mengenai orang yang mengelola perpustakaan, dia menganjurkan perpustakaan wilayah Riau tersebut ada yang bergelar doktor. Orang-orang yang bekerja di perpustakaan di negeri maju bukanlah orang buangan dari instansi tertentu, justru orang-orang pilihan.

Dia juga mengharapkan informasi koleksi buku perpustakaan wilayah bisa link ke Perguruan Tinggi (PT). Sehingga untuk mencari buku tinggal melihat judul buku yang diperlukan di komputer, sehingga tidak lagi mencari kesana kemari dan meraba-raba.
Sebagai pengelola perpustakaan kedepan diharuskan memiliki kreativitas tersendiri. Pengelola perpustakaan jangan hanya sebagai penunggu buku. Sehingga perpustakaan dapat menyesuaikan diri dengan peradaban kemajuan dunia.        

‘’Sehingga ke depan, kita tidak perlu jauh-jauh mendapatkan jenis buku yang diperlukan ke negeri orang. Apalagi Riau ini dikenal dengan banyak peninggalan sejarah seperti buku-buku yang ditinggalkan penulis terkenal terdahulu seperti buku Gurindam Dua Belas dan banyak buku lagi yang bisa disimpan di perpustakaan wilayah Riau,’’ ungkapnya.

Simbol Peradaban
Kepala Perpustakaan UIN Suska Riau Drs Suhaimi D MSi menyebutkan, dalam sejarah Islam, perpustakaan merupakan simbol peradaban. Majunya peradaban Islam ketika itu ditandai dengan banyaknya diterbitkan buku oleh ulama. Perpustakaan yang dibuat megah oleh Pemerintah Provinsi Riau, ini merupakan langkah maju bagi daerah ini, apalagi Riau dicetuskan sebagai Pusat Kebudayaan di Asia Tenggara. Mewujudkannya bisa melalui perpustakaan. Selain itu, minat baca masyarakat daerah ini harus tinggi. Tiada gunanya perpustakaan megah, tetapi minat baca masyarakatnya kurang. Minat baca itu mesti pula harus dibangun bersama-sama di Riau. Disinggung soal koleksi, Suhaimi mengatakan, perpustakaan itu berfungsi mengumpulkan buku, maka jadilah koleksi buku. Di samping buku-buku baru yang dikoleksi, buka-buku lama jangan pula sampai ditinggalkan.Bahkan pada buku-buku lama itu yang cukup banyak berisi tentang sejarah Riau dan buku-buku kebudayaan. Sehingga fungsi perpustakaan benar-benar menjadi pusat peradaban masyarakat daerah ini.

Menuju perpustakaan ideal, SDM perpustakaan diharuskan berbasis ilmu dan teknologi. Kemudian petugas perpustakaan itu ditingkatkan kesejahteraannya. Dia dituntut untuk bisa bekerja profesional, sementara kesejahteraan mereka tidak diperhatikan. Apakah ada harapannya antara perpustakaan wilayah Riau dengan perpustakaan kampus link. Semestinya perpustakaan wilayah dengan perpustakaan kampus harus link. Secara lisan, sebagai langkah awal, beberapa bulan yang lalu dilakukan pertemuan dengan menamakan Forum Komunikasi Pengelola Perpustakaan di Unri.

Tetapi pertemuan baru sebatas tahap pertama. Tahap selanjutnya kemungkinan akan ada dibicarakan perpustakaan kampus dengan wilayah link. Soal koleksi buku, kalau perpustakaan UIN, selama ini pihaknya mendapatkan buku dari sumbangan pemerintah dan buku hasil penelitian para dosen.

Buku Bahasa Inggris Sulit Dicari
Untuk menyelesaikan skripsi, mahasiswa sangat memerlukan buku penunjang. Tetapi buku penunjang yang diperlukan sangat sulit didapat. Seperti pengakuan Andri Ahyadi, mahasiswa semester XIII Fakultas Tarbiyah Jurusan Bahasa Inggris untuk mendapatkan buku penunjang Bahasa Inggris terpaksa ia harus mencari melalui Internet.

Ke depan, ia sangat berharap sekali kepada perpustakaan wilayah memiliki kelengkapan buku. ‘’Kami sangat berharap, jangan hanya gedung saja yang megah, tetapi koleksi bukunya tidak lengkap, ‘’ ujar Andri. Begitu juga harapan Fauziah Mahasiswa Semester XIII Fakultas Tarbiyah Jurusan Bahasa Inggris yang lainnya juga membenarkan koleksi buku di perpustakaan wilayah dinilai kurang, sebagai mahasiswa ia sangat berharap pustaka wilayah memiliki kelengkapan buku.(amf)  

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org