Jumat, 21 November 2008 || 23 Zulqaidah 1429 Hijriah
Total SportFantastis

Jumat, 21 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTindak Tegas Biro Travel Telantarkan JCH di Malaysia

Jumat, 21 November 2008

article thumbnail

Perpustakaan Unri Menuju Era Digital
Minggu, 23 Maret 2008
Di perpustakaan Universitas Riau (Unri) pada Selasa (18/3) pagi. Puluhan mahasiswa terlihat khusuk membaca buku di ruangan koleksi buku lantai 2. Di ruangan itu juga terlihat sebuah komputer yang membantu mahasiswa mencari informasi tentang buku dan jurnal-jurnal yang ada di perpustakaan ini.

Perpustakaan Unri saat ini sudah mengalami perubahan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain menyediakan koleksi buku, perpustakaan Unri juga memiliki ruang internet, ruang audio visual, ruang pengolahan bahan digitaal dan layanan fotokopi.

Riau Pos yang mengunjungi perpustakaan ini Selasa (18/3) pagi melihat betapa mahasiswa Unri sangat antusias memanfaatkan layanan internet ini. Puluhan komputer yang tersedia untuk akses ke internet semuanya dimanfaatkan oleh mahasiswa yang memenuhi ruangan itu.

Wakil Kepala Perpustakaan Unri Thamrin Hasan kepada Riau Pos ketika itu mengutarakan bahwa perpustakaan Unri sedang menuju ke era digital. Koleksi-koleksi yang ada di-scan dan kemudian dientri ke internet agar anggota perpustakaan bisa mengakses koleksi yang ada melalui internet.

‘’Nantinya semua koleksi perpustakaan Unri akan dimasukkan ke internet. Produk-produk perpustakaan terutama yang di luar buku teks seperti skripsi, naskah pengukuhan guru besar dan jurnal penelitian di-scan ke internet. Dengan demikian anggota perpustakaan bisa melihat judul, daftar isi, abstrak dan daftar pustaka setiap skripsi maupun jurnal penelitian yang dikoleksi perpustakaan Unri,’’ ujar Thamrin Hasan.

Dikatakan, proses digital sudah dimulai sejak pertengahan 2007. Dan hingga saat ini sudah 1.800 judul yang sudah di-scan. Sistem digital ini diharapkan bisa membantu mahasiswa yang ingin melihat koleksi perpustakaan Unri. Namun jika ingin mengetahui lebih jauh isi jurnal yang di-scan, mahasiswa tetap harus datang ke perpustakaan.

Dengan sistem digital kunjunga mahasiswa ke perpustakaan Unri terus mengalami peningkatan. Dari data yang dihimpun Riau Pos hingga Desember 2007 anggota perpustakaan Unri banyak berasal dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang mencapai 453 orang.

Kemudian disusul Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 360 orang, Fakultas Pertanian 333 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 311 orang, Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam 283 orang, Fakultas Ekonomi 225 orang, Fakultas Hukum 14 orang dan Fakultas Kedokteran 5 orang.

Proses digital perpustkaan Unri masih terkendala oleh minimnya SDM yang mengolah koleksi menjadi bahan digital. Untuk itu proses digital ini memaksa pengelola perpustakaan melakukan lembur. Dengan demikian diharapkan pada 2008 bisa di-scan 5.000 judul buku.

Thamrin mengutarakan, pembenahan terus dilakukan pengelola agar perpustakaan ini semakin diminati sivitas akademika Unri. Salah satu upaya adalah dengan terus menambah koleksi buku maupun jurnal-jurnal penelitian. Untuk menambah koleksi, sudah disiapkan anggaran sebesar Rp450 juta pada 2007 untuk pembelian buku. Proses pembelian sudah dilakukan. Diperkirakan pada enam bulan ke depan pengunjung sudah bisa memanfaatkan koleksi-koleksi baru yang dimiliki perpustakaan Unri.

Anggaran Rp450 untuk menambah koleksi buku dinilai sudah memadai. Apalagi sebelumnya perpustakaan Unri tidak pernah mendapat anggaran sebesar itu. Sebelumnya anggaran yang diterima hanya Rp200 juta per tahun. ‘’Kalau hanya untuk koleksi jumlah 450 juta sudah lumayan cukup. Kami harap pada tahun 2008 ada lagi anggaran yang lebih besar,’’ papar Thamrin.

‘’Selain itu kami juga mengupayakan menambah koleksi buku di setiap perpustakaan fakultas. Kami sudah mengirimkan surat ke pengelola perpustakaan fakultas dan jurusan untuk meminta judul buku teks yang digunakan dosen saat mengajar. Dan usulan yang masuk dari fakultas kemudian diseleksi lagi. Kebijakan ini sudah dilakukan sejak dua tahun yang lalu,’’ ujar Thamrin lebih jauh.

Dikemukakan juga peningkatan pelayanan juga dilakukan dengan menambah jam buka perpustakaan hingga pukul 5 sore. Dengan jam buka yang demikian, perpustakaan ini tidak hanya diminati mahasiswa Unri saja, tapi juga mahasiswa lain seperti dari Universitas Islam Riau, Universitas Islam Negeri Riau dan Universitas Lancang Kuning.

Saat ini perpustakaan Unri didukung oleh 19 orang pengelola dan dua tenaga honor untuk mengelola bagian koleksi dan informasi dan teknologi (IT). Dari jumlah ini delapan orang di antaranya merupakan petugas fungsional pustakawan. Mereka adalah lulusan Diploma 2, Diploma 3 dan Strata 1 jurusan perpustakaan.

Manfaatkan Keunggulan
Menanggapi perkembangan di perpustakaan Unri, Ketua Laboratorium Industri Fakultas Ekonomi Unri Jahrizal Haroen SE MSi mengatakan, kehadiran perpustakaan Unri semestinya bisa dimanfaatkan oleh seluruh sivitas akademika Unri, baik mahasiswa maupun kalangan dosen. Agar mereka bisa memanfaatkan perpustakaan Unri tentu saja harus tersedia informasi ataupun koleksi-koleksi buku yang lengkap.

‘’Bentuk informasi di perpustakaan bisa dalam bentuk hard copy maupun soft copy. Karena informasi dan koleksi itu merupakan barang publik maka siapa pun bisa akses dengan perpustakaan itu,’’ ujar Jahrizal lagi.

Hanya saja dia melihat perpustakaan Unri masih kurang diminati oleh dosen maupun peneliti Unri. Penyebabnya tidak lepas dari minimnya koleksi yang dimiliki dan pengelolaan yang belum optimal. Kurangnya koleksi buku mengakibatkan image perpustakaan menjadi rendah.

‘’Perpustakaan Unri juga harus berkompetisi dengan perpustakaan di masing-masing fakultas dan teknologi internet. Mahasiswa dan dosen lebih senang mengakses internet dulu baru datang ke perpustakaan. Jika sudah dapat informasi dari internet mengapa harus datang lagi ke perpustakaan,’’ papar Jahrizal membandingkan.

Agar terus berkembang, dia mengusulkan pengelola perpustakaan Unri bisa memanfaatkan keunggulan yang dimiliki. Misalnya koleksi seperti jurnal penelitian, skripsi maupun tesis yang ada bisa dirapikan menjadi sebuah buku. Dan ini tentu akan memiliki nilai jual. Karena setiap orang yang memerlukan informasi itu tentu saja akan mau membeli bukunya.

Jahrizal lebih jauh menyarankan perlunya ada interkoneksi antara perpustakaan Unri dengan perpustakaan daerah. Interkoneksi ini juga akan memudahkan peneliti mencari informasi yang diperlukan. Yang tak kalah penting, ujarnya, adanya dukungan anggaran yang memadai untuk mengembangkan perpustakaan Unri. Anggaran yang minimnya akan membuat pengelolaan perpustakaan menjadi tidak optimal.(amf)  

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org