| Mendambakan Sekolah Berkualitas |
| Minggu, 16 Maret 2008 | |
|
Dunia pendidikan di Pekanbaru akhir-akhir ini diwarnai fenomena baru. Hal ini ditandai dengan menjamurnya sekolah-sekolah swasta yang hadir di kota ini. Kehadiran sekolah swasta ini juga identik dengan fasilitas ”wah’’ seperti gedung sekolah yang megah.
Laporan AHMAD FITRI, Pekanbaru Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya Selain gedung yang megah, sekolah-sekolah ini memiliki fasilitas lain yang membuat murid-muridnya betah berlama-lama di sekolah. Tersedianya ruang belajar ber-AC dan fasilitas lain seperti lapangan olahraga dan arena bermain lainnya membuat sekolah swasta ini makin digandrungi oleh masyarakat Pekanbaru. Lihat saja di sekolah Al Azhar Syifa Budi di Jalan Arifin Ahmad, di depan sekolah ini setiap harinya puluhan mobil berjejer untuk mengantar dan menjemput anak-anak yang belajar di sekolah ini. Pemandangan serupa juga terjadi di Jalan Tuanku Tambusai II ketika memasuki kompleks sekolah As Shofa. Setiap pagi dan sore hari, puluhan mobil harus antre memasuki jalan menuju sekolah ini. Di balik fasilitas yang mereka miliki, sekolah-sekolah ini juga menawarkan biaya pendidikan yang tergolong tinggi. Lihat saja, uang pembangunan yang ditawarkan mencapai Rp9 juta. Ditambah lagi dengan uang SPP per bulannya bisa mencapai Rp300 ribu. Dengan biaya pendidikan seperti ini tentu kelompok masyarakat tertentu saja yang bisa mengecap pendidikan di sekolah ini. Bukan hanya pendidikan tinggi, sekolah-sekolah ini juga memberlakukan jam belajar yang lebih panjang dibandingkan sekolah negeri. Murid-murid belajar mulai pukul 7.30 pagi hingga pukul 15.30 sore. Jam belajar yang panjang ini diisi dengan metode pengajaran yang menarik agar murid tidak cepat bosan di sekolah. Menurut Kepala Sekolah Al Azhar Haris Dianwari, fasilitas yang dimiliki sekolah cukup sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan para orangtua siswa. ‘’Jadi mahal itu relatif. Apalagi sekolah ini kan tidak dapat bantuan dari siapa-siapa. Jadi memang uang sekolah dari siswalah yang dipergunakan untuk operasional sekolah yang ada. Mulai dari gedung, gaji guru, dan kegiatan lainnya,’’ ungkapnya. Sementara itu Kepala SD Al Ulum Deffi Rahmadana menuturkan, tingginya biaya pendidikan yang ditawarkan juga diimbangi dengan fasilitas sekolah yang memadai. Al Ulum memiliki laboratorium Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Di sekolah ini juga terdapat fasilitas olahraga seperti lapangan futsal, badminton dan basket. Dan untuk membuat murid semakin betah belajar, seluruh ruang kelas sekolah ini menggunakan penyejuk ruangan. Soal pendidikan seperti ini, salah satu orang tua murid, Denny Mulya Akbar, mengemukakan pandangannya. ‘’Soal waktu belajar yang sampai sore tidak masalah jika anak bisa happy dan tidak keberatan dengan jam belajar seperti itu,’’ kata dia. Menurutnya, di sekolah guru-guru mampu memberikan pelajaran dengan metode yang menarik sehingga anak tidak bosan di kelas. Di sekolah swasta seperti ini guru-gurunya lebih fokus membimbing murid sehingga anak kita bisa tetap betah di sekolah walaupun memiliki jam belajar yang tinggi. Kehadiran sekolah swasta dengan fasilitas dan sistem pendidikan yang demikian tentu saja diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM kita. Biaya pendidikan yang mahal tentu saja akan semakin berarti jika sekolah-sekolah itu mampu melahirkan manusia-manusia andal yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tapi juga memiliki iman dan ketaqwaan yang bisa membuat langkah anak didik kita menjadi semakin cerah untuk menatap masa depannya.* |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|



