Jumat, 21 November 2008 || 23 Zulqaidah 1429 Hijriah
Total SportFantastis

Jumat, 21 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTindak Tegas Biro Travel Telantarkan JCH di Malaysia

Jumat, 21 November 2008

article thumbnail

Wawancara dengan Kasubdin SD Dinas Pendidikan Riau Dr Kasmianto
Minggu, 16 Maret 2008
Ada Komitmen Masyarakat Membantu Pendidikan
Banyakya sekolah swasta yang didirikan masyarakat dinilai sebagai wujud kepedulian masyarakat terhadap dunia pendidikan. Semakin tertariknya masyarakat menyekolahkan anaknya di sekolah swasta juga menjadi gambaran betapa sekolah negeri makin kurang diminati. Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana pemerintah melihat perkembangan sekolah swasta di Pekanbaru, wartawan Riau Pos Ahmad Fitri berkesempatan mewawancarai Kasubdin Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Provinsi Riau Dr Kasmianto di ruang kerjanya, Kamis (13/3). Berikut petikannya:

Bagaimana Anda melihat maraknya sekolah swasta berdiri di Pekanbaru akhir-akhir ini?
Tanggung jawab pendidikan bukan hanya pemerintah tapi juga masyarakat dan orangtua. Kami melihat ada komitmen masyarakat untuk membantu bangsa untuk mencerdaskan anak-anak. Kita menyambut baik program yang dilakukan yayasan yang ingin mengembangkan sumber daya manusia dengan mendirikan sekolah swasta. Artinya ketika sekolah swasta tumbuh berkembang tentu ada kompetisi bagi sekolah negeri, kenapa sekolah negeri lambat berkembang. Apakah perlu diciptakan kompetisi? Memang tidak ada kebijakan untuk itu.
Sekolah negeri banyak juga yang maju. Tapi perlu diperbaiki manajemennya.

Para orangtua juga banyak tertarik menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah swasta, apakah ini pertanda mereka meragukan kualitas sekolah negeri?
Itu tergantung kepada manusia. Manusia pada hari ini lebih cenderung kepada mutu dan untuk melihat mutu sebuah sekolah dia melihat output sekolah itu. Output menjadi nilai tawar yang tinggi. Dan di sinilah masyarakat bisa menilai. Sekolah negeri juga banyak yang bagus. Pemerintah tidak pernah mengelompokan apakah sekolah ini maju atau tidak, biar masyarakat yang menilai kemajuan sebuah sekolah. Pemerintah hanya mendukung saja.
Dinas pendidikan hanya memberikan akreditasi. Tapi masyarakat tidak melihat itu saja. Mungkin masyarakat menilai sekolah itu bisa melahirkan output yang andal.

Jika ada keraguan dari masyarakat terhadap sekolah negeri, apa upaya pemerintah?
Pemerintah akan menilik kembali persoalan-persoalan itu jika sekolah negeri dinilai tidak maju. Ini sebuah fenomena. Untuk memajukan kualitas sekolah tidak hanya kewenangan provinsi, tapi juga menjadi kewenangan pusat, kabupaten, kota dan kecamatan.

Soal waktu sekolah, sekolah swasta banyak yang menerapkan jam belajar yang lebih lama dari sekolah negeri, pendapat Anda?
Dalam aturan formal waktunya sudah ditetapkan. Sudah ada standar waktu 7.30- 13.00. Kalau swasta memperpanjang jam sah-saja. Karena kebijakan itu bertujuan untuk meningkatkan mutu supaya mereka bisa lebih unggul dibandingkan sekolah negeri.
Apakah jam belajar yang lama mempengaruhi daya tangkap anak?
Daya tangkap anak logikannya menurun jika belajar sampai sore. Tapi sekolah biasanya menyiasati dengan menambah asupan jika belajar sampai sore agar anak-anak bisa bertahan. Walaupun ada juga penurunan daya tahan.

Sekolah swasta juga menawarkan biaya pendidikan yang tinggi, menurut Anda?
Secara pribadi saya menilai sekolah swasta yang meminta bayaran yang tinggi sah-saja dengan catatan, pertama wali murid sepakat dengan harga itu dan kedua mutu pendidikan yang diberikan lebih baik wali murid bisa membayar mahal. Sampai saat ini sekolah yang mahal belum ada bermasalah.*

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org