| Lina, Paramedis RS Panam Pekanbaru |
| Minggu, 09 Maret 2008 | |
|
Memompa ASI Usai Salat Subuh
ASI adalah cairan berharga buat bayi. Hal itu dipahami betul oleh Lina, 27, paramedis di RS Panam Pekanbaru. Perempuan berkulit putih dan berkerudung ini sudah bertekad memberikan ASI eksklusif sejak melahirkan Abiyyu, putra pertamanya yang kini berusia lima bulan. ”Tapi karena saya bekerja, jadi saya memberikan ASI perahan,” ujar istri tercinta Budi Komara yang berprofesi sebagai pilot ini. Lina menjelaskan, sejak Abiyyu berusia tiga bulan, dia sudah harus kembali bekerja. Jadi dia terpaksa memompa ASI dan menyimpannya di lemari es sebelum berangkat kerja. “Biasanya saya memompa ASI setiap pagi usai sholat subuh. Saat itu saya lagi fresh karena habis beristirahat, badan pun bugar. Setelah minum susu dan air putih, baru saya memompa ASI,” ujar Lina yang tinggal di Kompleks Damai Langgeng Pekanbaru ini kepada Riau Pos, kemarin. Setiap kali memompa ASI, biasanya hasilnya sekitar 160 cc. Dan ASI sebanyak itu cukup untuk dua kali minum Abiyyu. “ASI-nya saya simpan di dua botol susu. Lalu pengasuhnya yang memberikannya kepada Abiyyu saat saya bekerja,” ujarnya. Sepulang bekerja, dia langsung menyusui Abiyyu yang memang sudah menunggu-nunggu ‘’makanan favoritnya”. Lina juga merasa sangat beruntung karena lingkungan kerjanya mendukung untuk memberikan ASI eksklusif. Sehingga meski sempat cukup repot harus bolak-balik memberikan ASI, Lina menikmatinya dan bisa dibilang sukses memberikan ASI eksklusif kepada putranya. Dan Abiyyu pun kini tumbuh sehat, montok, dan jarang sakit. “Saat ini Abiyyu sudah menjelang enam bulan. Jadi sudah mau dikenalkan dengan makanan padat. Rasanya sudah nggak sabar memberi dia makanan,” katanya sambil tertawa.(dri) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|



