| Makassar Marak Diskualifikasi |
| Minggu, 02 Maret 2008 | |
|
Peserta Terbanyak Honda DBL 2008 di Luar Pulau Jawa
Laporan JPNN, Makasar Pembukaan Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2008 di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin mencatat rekor sendiri. Selain memiliki peserta terbanyak, juga langsung menjatuhkan diskualifikasi terbanyak. Total ada 55 tim terdaftar di kompetisi pelajar yang diselenggarakan Jawa Pos Group ini di Makassar. Terbanyak yang pernah diselenggarakan di Sulawesi Selatan, sekaligus terbanyak dari rangkaian Honda DBL 2008 di luar Pulau Jawa. Dari total 11 kota, peserta terbanyak nantinya akan dicatat di Jawa Timur, yang dibagi dalam dua wilayah, North (Surabaya) dan South (Malang). Tahun lalu, sebanyak 220 tim ikut serta. Tahun ini diprediksi melonjak tajam. Di luar Jatim, Semarang dapat jatah terbanyak, 64 tim. Sayangnya, hari pembukaan kemarin langsung diwarnai banyak diskualifikasi. Dari lima pertandingan yang dijadwalkan, tiga diakhiri dengan WO, 20-0. Tim putra SMAN 8 Makassar, SMAN 14 Makassar, dan SMAN 9 Makassar dinyatakan kalah karena datang tidak lengkap atau terlambat. Padahal, pembukaan kemarin berlangsung cukup meriah. Sekitar 2.000 penonton meramaikan suasana di GOR Sudiang. Hujan lebat memang terus mengguyur kota, membatasi jumlah penonton yang hadir. Hujan lebat itu pula yang dijadikan alasan keterlambatan, karena macetnya jalanan di Makassar. “Hujan memang lebat, jalan memang macet. Tapi itu tidak termasuk force majeur. Buktinya, lawan mereka semua bisa hadir tepat waktu,” jelas Yondang Tubangkit, komisi pertandingan Honda DBL 2008 di Makassar. “Kami selalu meminta peserta datang satu jam sebelum jadwal, dan selalu memberi toleransi sepuluh menit sebelum menjatuhkan diskualifikasi,” lanjutnya. Sebelum di Makassar ini, lima kota telah menyelesaikan Honda DBL 2008. Mataram, Palembang, Pekanbaru, Banjarmasin, dan Pontianak. Dari kelimanya, hanya ada satu diskualifikasi karena keterlambatan atau tidak lengkap, dan itu terjadi di Pekanbaru. Menanggapi masalah ini, pihak Perbasi setempat masih melihat sisi positifnya. “Kami mendukung keputusan panitia. Ini jadi pembelajaran untuk Makassar. DBL itu tidak main-main. Waktu technical meeting, peraturan dibacakan dan itu benar-benar diterapkan,” kata Taufiq, Sekretaris Umum Pengcab Perbasi Makassar. “Selama ini, kami mengakui manajemen kompetisi di sini kacau. Peserta selalu meremehkan waktu. Nanti, Perbasi akan ikut sistem seperti DBL kalau bikin kompetisi lagi,” tambah Taufiq. Meski tidak sempat menyaksikan semua pertandingan, penonton cukup menikmati suasana Honda DBL 2008 yang dikemas bak kompetisi profesional. “Saya sangat terkesan. Prosesi pembukaannya keren, apalagi saat menyanyikan lagu Indonesia Raya,” kata Indah Suciati, suporter SMAN 7 Makassar. “Sebagai suporter, saya senang sekali. Suporter kami memang meremehkan tim lain dengan kata-kata kasar, sehingga mendapat beberapa peringatan dari panitia. Tapi, ada bagusnya juga peraturan itu. Suporter kan memberi dukungan, bukan meremehkan tim lain,” tuturnya. Honda DBL 2008 di Makassar ini berlangsung hingga 9 Maret mendatang. (dat/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|



