Jumat, 21 November 2008 || 23 Zulqaidah 1429 Hijriah
Total SportFantastis

Jumat, 21 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTindak Tegas Biro Travel Telantarkan JCH di Malaysia

Jumat, 21 November 2008

article thumbnail

Ash-hab al-Kahfi
Minggu, 02 Maret 2008
Oleh Hasan Junus 
Sitiran pemandu yang selalu mendahului sebuah cerita atau esei berupaya membayangkan inti seluruh batang tubuh cerita atau esei itu. Dari rak buku saya setidak-tidaknya ada tiga bahan  yang sitiran pemandunya berasal dari Al-Quran. Pertama cerita ‘’The Legend of the Sleepers’’ karya Danilo Kis (1935-1989), kedua ‘’Les nourritures terrestres’’ karya André Gide (1869-1951), dan ketiga ‘’The Secret Miracle’’ karya Jorge Luis Borges (1899-1986). Karya Danilo Kis merupakan salah-satu dari sembilan cerita dalam kumpulan ‘’The Encyclopedia of the Dead’’, karya André Gide berasal dari bukunya ‘‘Les nourritures terrestres suivi de Le nouvelles nourritures’’, karya Jorge Luis Borges ‘’The Secret Miracle’’ ialah salah-satu cerita dalam kumpulan ‘’Labyrinths’’. ‘’The Legend of the Sleepers’’ memakai sitiran pemandu Al-Quran Surah XVIII ayat 25, ‘’Les nourritures terrestres’’ memakai sitiran pemandu Al-Quran Surah II ayat 23, dan ‘’The Secret Miracles’’ memakai sitiran pemandu Al Quran Surah II ayat 261.
 
AYAT Alquran  Surah XVIII ayat 25 dalam karya Danilo Kis sosok orisinalnya berbunyi:  Walabitsu fi kahfihim tsalatsa miatin sinina wazdadu tis’an yang dalam terjemahan Le Coran oleh seorang guru besar Sorbonne, Régis Blachère (1966) menjadi: Et ils demeurèrent, dans leur caverne, trios cents années [auxquelles] ils ajoutèrent neuf [années]. ‘’Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).’’ Sedangkan dalam terjemahan bahasa Spanyol seperti ini: Habían estado en su caverna trescientos años y nueve más. Terjemahan dalam karya Danilo Kis ialah: They remained in the cave for three hundred years, to which another nine must be added.  

   Nash @ teks Alquran yang  mendampingi terjemahan ke bahasa-bahasa seperti Inggeris, Melayu dan Perancis  yang diterbitkan oleh kerajaan Saudi Arabia berjalan dengan lancar dan laju. Agak berbeda dengan terjemahan ke bahasa Spanyol terbitan yang sama. Mengapa? Pertama mungkin karena mushaf asalnya yang berbeda atau karena negeri-negeri berbahasa Spanyol memang memakai ejaan bahasa Alquran yang berbeda nash @ teks bahasa Arab yang tidak persis sama dengan penggunaan seperti di lingkungan bahasa-bahasa lain seperti Inggeris, Melayu dan Perancis. Sepintas lintas dapat dicatat bahwa huruf-huruf Arab seperti ‘qaf’ dan ‘fa’  dalam Alquran terjemahan bahasa Spanyol tidak bertitik dua dan satu tapi polos tanpa titik di atasnya.

  Ash-hab al-Kahfi artinya Penghuni Gua yaitu kisah tentang tujuh orang pemuda yang diselamatkan oleh Allah SWT dengan menidurkan mereka dalam sebuah gua selama tiga abad lebih sedikit sebagaimana dikisahkan dalam Alquran Surah XVIII. Dalam Le Coran terjemahan Régis Blachère  halaman 70 pada catatan-kaki  261 sehubungan dengan kisah para pemuda yang ditidurkan di dalam gua itu tersebut dalam Kitab Baruch versi Ethiopia ada seorang bernama ‘Abed-Melek yang tertidur selama 66 tahun.

   Sitiran pemandu André Gide yang menuntun karyanya Les nourritures terrestres berasal dari Alquran Surah II ayat 23: Voici les fruits dont nous nous sommes nourrir sur la terre yang berpadan dengan ayat asli yang berbunyi: Fa-akhrajabihi minatsamarati rizqallakum (Ayat 22). Demikian juga dalam Le Coran terjemahan Régis Blachère ayat itu dinyatakan sebagai ayat 22 yang berbunyi: Il a fait sortir {toute sortes] de fruits en attribution pour vous. Disanding dengan Le Noble Coran et la traduction en langue française de ses sens yang diterbitkan oleh kerajaan Saudi Arabia ialah:  elle fait surgit toutes sortes de fruits pour vous nourrir (vers 22).  

Dan sitiran pemandu pada cerita Jorge Luis Borges ‘’The Secret Miracle’’ yang aslinya ‘’El milagro secreto’’ dipadankan dari Alquran Surah II ayat 261 yang tertulis dalam terjemahan bahasa Inggeris: And God had him die for a hundred years and then revived him and said: ’How long had you been here?’ ‘A day or a part of a day,’ he answered.

Karena Jorge Luis Borges menulis karya-karyanya dalam bahasa Spanyol dan menyitir Alquran yang dipakainya juga dalam terjemahan bahasa Spanyol baiklah saya sandingkan ayat itu dengan El Noble Coran y Su Traduccion-Comentario en Lengua Española yang diterbitkan oleh kerajaan Saudi Arabia sebagai berikut: Entonces Allah lo hizo morir y pasados cien años lo devolvió a la vida. Dijo:  ¿Cuanto has estado asi? Contestó: Un día o parte de un día. (vers. 258).

Jorge Luis Borges lahir di Buenos Aires, Argentina, 24 Agustus 1899 dan meninggal-dunia di Jenewa 14 Juni 1986. Karya-karya yang dihasilkannya ialah dalam bentuk sajak, cerita-pendek dan esei. Tak ada satupun novel atau roman. Tak pernah meraih Hadiah Nobel, meski sudah kenyang dengan berbagai hadiah sastra. Namun ia dikenal sebagai l’un des maîtres de la littérature du XXe siècle (salah-seorang maestro kesusastraan abad ke-20) sebagai tertulis dalam kumpulan cerita Le livre de sable terbitan Gallimard.

   Norman Thomas di Giovanni mencatat dalam Literary Review (February 1999) halaman 19 bahwa selama masa tersubur sebagai pengarang dari tahun  1935 sampai 1953 Borges cuma menghasilkan karya piawai sebanyak 34 cerita-pendek, genre andalannya. Inilah yang disebut crème de la crème yaitu junjungan buih karya-karya Jorge Luis Borges.

Jumlah 34 itu sama dengan angka 5 halaman dalam suatu tafsiran tentang pesan Borges kepada semua sastrawan di dunia ini, dari Buenos Aires di Argentina sampai ke Pekanbaru di Riau bahwa lebih baik menciptakan 5 halaman karya yang tak terlupakan daripada membuat 500 halaman yang mubazir. Tanda suatu karya mubazir ialah karya itu segera dilupakan dalam waktu yang sangat singkat. Saya tak mendapat informasi tentang karya yang 34 itu. Akan tetapi saya sangat yakin bahwa satu di antara cerita karya Jorge Luis Borges yang tergolong piawai ialah ‘’Penelitian Averroes’’. Abulgualid Muhammad Ibn-Ahmad ibn-Muhammad Ibn Rushd @ Averroes ialah imbang jaya Al-Ghazali.

Dalam cerita ini Averroes memandang dari serambi melihat anak-anak bermain: seorang jadi menara, seorang jadi muazzin, seorang jadi imam, dan seorang jadi makmum. Ini harus dikembangkan sehingga ada seorang anak menjadi pembaca Alquran. Ia melagukan Ayat Kursi lalu menerjemahkan ke bahasa Spanyol untuk orang-orang lain yang tidak memahami bahasa Arab.     

‘’Allah, no hay dios sino El, el Vivente, el Sustentador. Ni la somnolencia ni el sueño Le afectan. Suyo es cuanto hay en los cielos y cuanto hay en la tierra. ¿Quien puede interceder por alguien ante El, si no es con Su permiso? Sabe lo que hay ante ellos y lo que hay tras ellos, y no abarcan nada de Su conocimiento a menos que El quiera. El escabel de Su trono abarca los cielos y la tierra y no Le causa fatiga mantenerlos. El es el Elevado, el Inmenso.

Karya sastra dan seni tak boleh dibiarkan sebagaimana adanya, kembangkanlah!***
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org