• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Kamis, 21 Agustus 2008 || 18 Syakban 1429 Hijriah
Total SportHarus Menang

Rabu, 20 Agustus 2008

article thumbnail

Teras UtamaMendagri Berhentikan Chaidir dari Ketua DPRD

Rabu, 20 Agustus 2008

article thumbnail

Antisipasi Banjir, Jangan Bangun di Resapan Air
Minggu, 17 Pebruari 2008
BANJIR adalah persoalan yang belum ada penyelesaian konkret dari waktu ke waktu di Pekanbaru. Menurut Herman Abdullah, banjir bukan hanya masalah Pekanbaru, tetapi sudah hampir menjadi masalah di hampir semua kota di Indonesia, juga internasional. Di Amerika, Cina dan negara lainnya, banjir sudah menjadi masalah. “Tetapi, kita tetap mencoba mengantisipasi dengan menganggarkan setiap tahunnya hampir Rp9 miliar untuk melakukan segala upaya mengantisi  banjir ini. Langkah-langkah yang kita ambil adalah, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebelum dikeluarkan oleh Dinas Tata Kota, harus ada tim yang melihat kawasan itu. Tim itu terdiri dari Dinas Tata Kota sendiri, Bapedalda Kota, pihak kecamatan dan kelurahan. Layak nggak diberikan izin di situ,” jelas Herman.

Ditambahkannya, misalnya, ada parit yang tertimbun pasir dan material bangunan lainnya yang bisa menyebabkan air meluap saat hujan. Banyak warga yang meletakkan bahan bangunan di pinggir jalan dan masuk ke parit. Juga ada bangunan-bangunan yang muncul di daerah resapan air, yang membuat pembuangan air tak fungsi lagi. Misalnya di dekat Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Panam. Dulu di sekitar RSJ itu adalah daerah resapan air, sekarang sudah berdiri bangunan-bangunan berupa ruko dan sebagainya. “Dan itu kesalahan kita, Dinas Tata Kota, yang tidak mengantisipasi ke mana air akan dibuang dan ruko-ruko tersebut sudah diberi izin. Ini saya akui kesalahan kita, dan saya menyadari itu. Rumah Sakit Jiwa akhirnya yang terendam banjir. Ke depan, saya tidak ingin lagi hal ini terjadi,” jelasnya.

Herman juga  mewanti-wanti betul, kalau ada orang meminta izin mendirikan bangunan, harus dilihat betul dampak lingkungannya untuk mengantisipasi banjir ini. “Developer-developer yang membuat perumahan, jangan menjadikan daerah resapan air ditimbun dan kemudian jadi perumahan. Kasus di Panam saat ini banyak sekali, dan inilah yang terjadi kasus banjir selama ini. Kita tak pernah menutup mata dengan persoalan banjir ini, kita tetap melakukan upaya-upaya perbaikan. Jadi, saya harapkan masyarakat sabar,” ujar mantan Ketua KNPI Riau ini.

Selain itu, menurut Wali Kota,  juga akan memperbaiki beberapa ruas jalan, terutama trotoar untuk para pejalan kaki, orang cacat dan sebagainya. “Ini kita prioritaskan di jalan-jalan utama seperti di Jl Sudirman, Jl Tuanku Tambusai dan yang lain. Saya ingin kota ini tertib termasuk sosialisasi K3 yang terus kita lakukan. Kita bisa lihat, sekarang ada progres positifnya dan kita ingin lebih maksimal lagi,” jelasnya.(hbk)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

StopGlobalWarming.org