| Tegang dan Dramatis |
| Minggu, 10 Pebruari 2008 | |
|
Final Honda DBL Sumeks 2008
Laporan JPNN, Palembang PENONTON basket di Palembang, Sumatera Selata layak diacungi empat jempol. Ketika stadion bocor dan pertandingan dihentikan sejenak, mereka bukannya marah, malah ikut membantu menghidupkan suasana dengan menyanyi dan menari bersama. Penonton yang jadi tontonan itu terjadi dalam final Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2008 seri Palembang kemarin. Laga penentuan pertama, antara tim putri SMAN 1 Banyuasin III melawan SMAN 5 Palembang, terpaksa dihentikan saat kuarter ketiga baru berjalan satu menit. Hujan lebat turun, dan atap GOR Indoor Kampus Lumban Tirta bocor di banyak titik. Lapangan basah, sehingga wasit harus menghentikan dulu pertandingan sambil menunggu hujan berhenti dan lantai kering. Saat itu, bukannya marah-marah, ribuan suporter kedua tim malah ikut meramaikan dan meriangkan suasana. Bersama, mereka menyanyikan empat lagu mengiringi musik yang diputar panitia. Disco Lazy Time (milik Nidji), Jatuh Cinta Lagi (Matta), Aku Bukan Boneka (Rini Idol), dan Mobil Balap (Naif). Mungkin nyanyian dan tarian itulah yang membuat hujan berhenti. Setelah sekitar 20 menit, pertandingan kembali dilanjutkan. Meski laga ini tidak berlangsung ketat, tim Banyuasin menang 57-42, namun para penonton tetap ceria. ‘’Yang berbeda dari DBL adalah semangatnya. Penontonnya terus bersorak tapi tetap sportif. Dari beberapa kali saya nonton pertandingan basket, pelaksanaan DBL ini yang paling rapi,’’ komentar Amiruddin Inoed, bupati Banyuasin, yang kemarin duduk di tribun bersama suporter lain. Pada pertandingan kedua sekaligus penutup, tim putra SMA Xaverius 3 Palembang versusu SMAN 17 Palembang berjalan supersengit, bikin deg-degan. SMA Xaverius Palembang akhirnya sukses menjadi juara. Saat kuarter keempat tinggal 30 detik, skor masih imbang 76-76. Saking tegangnya, kuarter terakhir itu juga berlangsung hingga lebih dari 50 menit. Pada akhirnya, Xaverius 3 selamat. Menang tipis 79-76. Sebagai hadiah, tim putri SMAN 1 Banyuasin III dan tim putra SMA Xaverius 3 Palembang akan diterbangkan ke Surabaya. Bersama pemenang dari kota-kota lain, mereka akan mengikuti Student Athlete Camp di Kota Pahlawan tersebut. Kemarin, pada menit-menit terakhir duel Xaverius, suporter Xaverius 3 sudah meneriakkan yel-yel, “Xaverius 3, Xaverius 3, ke Surabayaaaa.” Honda DBL 2008 —kompetisi kerja sama Jawa Pos Group dengan Astra Honda Motor— ini diselenggarakan di 11 kota, di sepuluh provinsi di Indonesia. Di Palembang, Sumatera Ekspres tampil sebagai penyelenggara bersama tim dari DetEksi Jawa Pos. ‘’Dua kota telah menyelesaikan Honda DBL 2008. Palembang sama hebohnya dengan Mataram. Suporter harus bergantian mengisi tribun karena kapasitas tidak cukup. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung, khususnya para peserta dan penonton. Semoga heboh ini menular ke kota-kota selanjutnya,’’ kata Azrul Ananda, commissioner Honda DBL 2008. Usai seri di Palembang ini, banyak peserta yang menginginkan ajang ini kembali tahun depan. Salah satunya Ayub Kennedy, guru pendamping tim SMAN 17 Palembang yang kemarin hadir di final. ‘’Kami ingin kompetisi ini kembali. Saya berharap semua persyaratan yang ketat tetap dipertahankan, dan pelaksanaan tetap profesional,’’ ucapnya. Panitia pun menanggapi itu. ‘’Tidak ada alasan bagi kami untuk tidak kembali,’’ kata Azrul. Hari ini, giliran Pekanbaru, Riau, menyelenggarakan babak final di Hall A Sport Center Rumbai. Dari Sumatera, kompetisi berlanjut ke Kalimantan, di kota Pontianak dan Banjarmasin.(yon/ted) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|



