| PB NU Minta Parpol Tidak Asal Klaim Suara Kaum Nahdliyyin |
| Senin, 04 Pebruari 2008 | |
|
JAKARTA (RP)-Banyak partai politik yang mengklaim berbasis nahdlatul ulama. Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi di arena harlah ke-82 NU angkat bicara untuk memberi rambu-rambu bagi parpol yang mendulang suara di kalangan nahdliyin. Momentum harlah ke-82 NU memang dimanfaatkan parpol-parpol untuk mencari simpati. Parpol tersebut adalah Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama. PKB dengan percaya diri membuat jargon PKB lahir dari NU untuk Indonesia dan FKB Juru Bicara Politik NU. Sedangkan PPP membuat spanduk Terima kasih NU yang telah melahirkan PPP. Bahkan parpol lain yang tidak berbasis kiai juga beramai-ramai menarik simpati warga NU. Seperti Partai Demokrasi Pembaruan yang mengerahkan tim kesehatannya di Gelora Bung Karno, tempat digelarnya harlah ke-82. Juga Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memasang iklan ucapan selamat di media berpengaruh di Jawa Timur. Hasyim mengingatkan parpol-parpol yang mengkalim berbasis NU harus membuktikan pemihakan dan pengabdiannya kepada warga NU. ‘’Jangan hanya mengklaim anak NU. Warga NU perlu amal konkretnya. Apakah anak ini saleh atau tidak saleh ?’’ kata Hasyim. Parpol-parpol, kata Hasyim, harus menyamakan visi dengan NU. Sehingga sinergi itu bisa diolah menjadi kebijakan strategis di bidang politik, ekonomi, hukum, dan budaya. ‘’Jadi parpol yang yang secara ril memberi manfaat bagi warga NU dengan sendirinya menjadi parpol besar. Sebaliknya yang tidak memberikan manfaat dan kemaslahatan warga NU dengan sendirinya akan menjadi partai kecil,’’ kata Hasyim. ‘’Semua tidak tergantung pada PB NU, tapi pada hati nurani warga NU sendiri,’’ sambungnya. Hasyim mengingatkan warga NU tidak terjebak tarik menarik kepentingan politik di NU baik skala nasional, regional, dan lokal. Terutama dalam Pemilu dan Pilkada. ‘’Warga NU harus menjaga persatuan dan kesatuan dalam kerangka ukhuwah nahdliyah. Tidak boleh terbawa arus kepentingan politik tersebut. Jangan sampai warga nahdliyin dan ulama NU terpecah belah,’’ tegas pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang itu. Bagaimana respon parpol-parpol? Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mengatakan selama ini PKB terus memperjuangkan kepentingan warga NU melalui fraksi di DPR. Dalam pembuatan undang-undang maupun dalam proses pengawasan juga mengedepankan kepentingan warga NU. ‘’Dan PKB memang didirikan oleh NU,’’ kata Muhaimin. Muhaimin membantah kalau hubungan NU dan PKB memburuk. Ketidakhadirin Gus Dur dalam harlah NU di Gelora Bung Karno, kata Muhaimin, tidak akan memengaruhi suara nahdliyin ke PKB. ‘’Saya kan datang sudah representasi PKB,’’ katanya. Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali juga menyatakan keyakinannya, jika warga nahdliyin tetap akan merasa lebih dekat dengan PPP. ‘’Kita tidak boleh melupakan jika NU-lah yang membidani lahirnya partai ini,’’ kata menteri koperasi dan UKM kabinet Indonesia bersatu itu. Menurut Surya, sejak awal 1970, NU dan PPP telah banyak mengalami suka-duka. Termasuk, tekanan politik yang cukup keras dari pemerintah orde baru saat itu. ‘’Karenanya, selain kedekatan historis, dua komponen utama bangsa ini juga punya kaitan emosional yang sangat kuat,’’ jelasnya. Selain itu, lanjut Surya, strategi perjuangan antara NU dan PPP juga memiliki banyak kesamaan. Baik dalam memperjuangkan Islam moderat bervisi ke-Indonesiaan, maupun prinsip ahlus sunnah wal jamaah. ‘’Bedanya, yang satu partai politik sedang lainnya adalah ormas, itu saja,’’ tambahnya.(jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






