Jumat, 21 November 2008 || 22 Zulqaidah 1429 Hijriah
Total SportRebutan Kepentingan

Kamis, 20 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaPenginapan Jauh, JCH Terima 100 Riyal

Kamis, 20 November 2008

article thumbnail

senandung khalidah (episode penantian)
Minggu, 03 Pebruari 2008
Sajak-sajak Syaiful Bahri

senandung khalidah (episode penantian)
:aini

aku di sini mendengar bunyi rindu kasmaran
menggores takdir di setiap hempasan asmara
irama daun-daun kering yang pernah kita peram
dalam ingin mencumbu ratusan hari
dari pecahan sajaksajak penghabisan
ketika perpisahan menjadi abu paling kelabu
dan ampas rempah-rempah cinta yang layu

ingatkah engkau saat kita menambatkan kerinduan
di sepanjang amarah yang menjalar dari kenangan
kita menyulam cemburu lewat sayatan air mata yang sungsang
karena amuk asmara terhimpit resah bukan kepalang
amuk asmara berhembus membawa cinta
katakata lepas semudah keinginan tentang kehilangan
dan langkah ini tertatih menahan dendam pada kerinduan yang semakin geram
semakin geram karena hujan yang basah terus gugur berkelindan

oh asmara tancapkanlah wewangi bunga di taman-taman sedap malam
biarkan keharumannya tetap mengalirkan seribu kalimat
di sungai rindu yang lamat-lamat mampat
membasahi setiap detil ingatan reranting cinta
menyelipkan kelopak rindu dari amarah yang menguntil setiap malam

lihatlah pertengkaran ini
terus saja melebur rindu ke dalam paru-paru asmaramu
mengais bulirbulir cinta yang terjatuh
saat aku mencoba berpaling untuk mencari kembali getar-resah dari setumpuk naskah beritamu
biarpun angin yang berhembus membawa sobekan catatan kesedihan yang pernah tercecer dari hatimu

adakah engkau sembunyikan kalimat cinta yang aku tanam di padang kering kemarin sore?
aku ingin mencarinya di dalam gudang asmara
sebab di sebelah selatan tubuh ini masih tersisa
separuh rusuk yang engkau curi
dan sebelum habis aku ingin menanamnya kembali
agar gelora kesunyian tak lagi membakar semuanya
dan nyanyi kerinduan selalu ada:
“duhai senandung khalidah, berguguran separuh sajaksajak cinta ini dari benak yang sunyi”

ada aroma tubuhmu yang berhembus lewat detik-detik waktu
dan luruh melewati cahaya bulan yang bergerak teramat cepat;
januari, februari, maret, april, mei, juni
sejenak aku ingin memberi jeda selangkah saja
dari setiap bulan yang penuh misteri ini
juli, sayangku, biarkan kita kemasi seluruh sajak-sajak ini
dan kita susun sebentuk rumah mungil di pinggiran kota
lalu kita teruskan lagi perjalanan panjang setiap bulan
di antara gerbong angka-angka yang terus bergerak
membawa perahu kita melewati agustus, september, oktober, november, desember,
januari, februari, begitu pun akan terus berlalu, sayangku

Pekanbaru, 4 Januari 2008


hikayat datuk-datuk yang menyimpan risau

datuk-datuk penjaga hikayat berlari meninggalkan khianat
memeluk mazhab dari risau burungburung yang selalu menghitung sejumlah ayat
yang lewat. lalu mengumpulkan huruf-huruf yang sekarat, sekejab
memilin tabiat, dan mengikat sebentuk resah dari laknat

di sini anak-anak dari selat menunggu malam, mencumbu remang petang yang satir, dari lesung rindu yang mangkir, dari sumpah yang pernah mengalir, karena sebentuk amarah termaktub di matamu saat kegalauan bersebati senja itu. dan engkau bersijingkat pada satu tiang  melintang yang menanggung gamang, dari tubuh-tubuh mengambang sepanjang petang.

selangkah waktu bergegas menyiangi setumpuk doa setelah seharian lelah berputar mengitari hari, lamunan hadir, angin berbisik, dan airmata mengalir
lewat arakarakan sekumpulan burungburung kepodang di atas selembayung, di singgasana kekuasaan abadi:
“inilah nyanyi burungburung dari aroma dengki, dari lumpur, dari gambut, dan dari laut yang tak pernah lagi sujud”

Pekanbaru 2007

SYAIFUL BAHRI PAKPAHAN adalah alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Islam Riau, Ia seorang penikmat puisi. Karyanya dapat ditemukan dalam buku Tafsir Luka (Yayasan Sagang 2005), Jalan Pulang (Yayasan Sagang 2006), Selat Melaka (BKKI-UIR Press 2007), Komposisi Sunyi (Yayasan Sagang 2007).

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org