| ”Kami Tak Ada Libur’’ |
| Rabu, 30 Januari 2008 | |
|
Mulai bertugas sejak pukul 06.00 WIB hingga tengah malam, mau tidak mau harus dijalankan. Konflik dan rutinitas mengawasi angkutan umum itulah yang dilakoni petugas Dinas Perhubungan. Bagaimana mereka menjalankan tugasnya, berikut petikan wawancara dengan Yaggi Bagus S.
Apa saja tugas yang dijalankan? Kita mengawasi angkutan umum, baik dalam kota maupun luar kota, yang legal dan illegal. Mulai pagi hari pukul 06.00 WIB kadang sampai lewat tengah malam. Setiap hari, termasuk hari libur. Kami ini tak ada liburnya. Hari raya pun tetap tugas, ya dijadwalkanlah. Hari Ahad orang libur, kami tetap masuk. Kalau Anda lebih banyak di mana tugasnya? Di pos pintu masuk barat. Tabek Gadang yang jadi terminal bayangan kami tertibkan karena memang tidak diperbolehkan. Dari sore hingga malam kami standby disini. Dan sekaligus di pos barat, mengecek karcis waktu angkutan dan menindak angkutan ilegal yang meresahkan. Apa saja halangannya dan pengalaman? Banyak. Yang namanya kita menertibkan dan berurusan dengan angkutan, tentu caranya harus tegas. Aturan harus ditegakkan dan ini tugas yang dibebankan kepada kita. Jalankan saja dengan ikhlas. Misalnya pengalaman apa? Saya pernah ditabrak, dimaki-maki supir. Itu konsekuensi tugas. Kalau dimaki itu sudah biasa. Tapi ditabrak, untung saja tidak celaka berat. Teman saya ada yang sampai diopname seminggu karena ditabrak. Kenapa sampai ditabrak? Angkutan kan tidak suka ditertibkan karena alasan mereka pendapatan mereka akan berkurang. Ini tugas kita menertibkan orang-orang yang tidak menyukai kita. Tapi banyak juga yang mau mematuhi kita dan itu tidak banyak urusannya. Kesulitan lainnya? Hanya itu saja kesulitannya. Yang lainnya palingan kita harus kerja hingga tengah malam, walaupun hujan. Kalau sudah hujan, terpaksalah menggunakan mantel karena tugas harus tetap standby. Setiap apel pagi kita dimintakan laporan tugas kita pada malamnya terutama ditanyakan kendala apa yang dihadapi. Harapannya apa dengan kerja seperti ini? Ditanya harapan tentu kesejahteraan ditingkatkanlah kalau bisa tapi itu sesuai dengan kemampuan pemerintah. Kadang ada juga rasa sukanya karena kami berkumpul dan akrab sesama petugas, dengan aparat polisi bahkan juga supir angkutan itu sendiri.(hpz) |
| Berikutnya > |
|---|






