• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Kamis, 28 Agustus 2008 || 26 Syakban 1429 Hijriah
Total SportPerang Saudara

Rabu, 27 Agustus 2008

article thumbnail

Teras UtamaSoal Mutasi Pejabat, Gubri Bisa Di-PTUN-kan

Rabu, 27 Agustus 2008

article thumbnail

Di Balik "Watergate"
Minggu, 27 Januari 2008
Oleh    Muhammad Amin, Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya  
Sosok Misterius di Balik  Skandal Watergate
Penulis : Richard Sugandhi
Penerbit : Narasi, Jogjakarta
Cetakan : Pertama, 2007
Tebal : 108 halaman
Skandal Watergate telah menyebabkan presiden AS Richard Nixon mengundurkan diri dari jabatannya. Ia terpaksa angkat kaki dari gedung putih pada 8 Agustus 1974. Dalam sejarah Amerika, Nixon merupakan presiden pertama yang mengundurkan diri. Skandal yang terjadi akibat ulahnya sendiri itu harus mengantarkannya keluar gedung putih dan gagal menyelesaikan tugasnya sebagai presiden ke-37 AS.

Skandal ini bahkan lebih heboh dibanding skandal presiden AS lainnya Bill Clinton yang melecehkan sekretaris pribadinya Monica Lewenski. Clinton, buktinya, tak mengundurkan diri karena skandalnya lebih pada moral, bukan perilaku politik. Senat Amerika juga tak berniat meng-impeach Clinton kendati wacana itu sempat terdengar. Di Amerika, kendati moral pemimpin tetap dipandang, namun tak menjadi kemutlakan dan masih dapat dimaafkan. Clinton bahkan tetap percaya diri tampil di publik dengan istrinya Hillary yang juga kemudian mencalonkan diri sebagai presiden AS. Skandal seks Clinton bersama Monica Lewinski dipandang tidak sampai perlu menjatuhkannya.

Sedangkan Nixon, kondisi dan nasibnya berbeda. Cara liciknya dalam merengkuh jabatan presiden membuatnya harus menelan pil pahit hasil perbuatannya sendiri. Nixon terpaksa lengser.

Watergate sendiri merupakan istilah umum untuk menggambarkan sebuah jaringan kompleks skandal politik, antara tahun 1972 dan 1974. Istilah watergate mengacu pada Watergate Hotel di Washington DC. Selain hotel, Watergate juga berarti kompleks perumahan dengan banyak kantor bisnis. Di sinilah kantor Democratic National Committe (Komite Nasional Demokrat) disatroni maling pada 17 Juni 1972. Dokumen penting yang dicuri itulah yang kemudian menjadi skandal besar.

Kasus pembobolan serta penutupan fakta itu kemudian menyebabkan keluarnya dakwaan atas presiden Nixon. Dia pun harus mundur dari kursi presiden setelah berjuang keras, juga dengan sejumlah kelicikan.

Kendati berhenti, Nixon berusaha mati-matian mengubur watergate. Namun bagaimana pun menyimpan bangkai, akhirnya tercium juga baunya. Skandal Nixon akhirnya terbongkar juga. Adalah Deep Throat, seorang intelijen yang berhasil membongkar kasus ini bersama dua orang wartawan Bob Woodward dan Carl Bernstein.

Sosok Deep Throat sendiri terus menjadi misteri hingga berpuluh tahun kemudian. Banyak spekulasi yang beredar tentang siapa sesungguhnya yang berada di balik pengungkap skandar watergate ini. Dengan kelihaian, Deep Throat begitu piawai membongkar setiap alur skandal watergate melalui sejumlah laporan di harian The Wasington Post.

Selama tiga dasawarsa, Deep Throat menjadi sosok misterius. Baru pada tahun 2005, identitasnya diketahui. Ia sesungguhnya adalah Mark Felt, seorang agen FBI. Posisinya sangat sentral, karena tak diketahui benar oleh publik, namun memahami semua operasi intelijen dan bagaimana menggerakkannya. Dia tersembunyi di tengah kesibukan yang luar biasa. Dia mampu berubah bentuk untuk mengelabui kontra intelijen yang dikembangkan Nixon. Mark Felt, adalah sosok misterius yang kemudian ternyata memiliki kemampuan teknis dan segalanya untuk kerjanya. Felt ternyata adalah orang kedua di FBI.

Buku ini menguak siapa sebenarnya Deep Throat dan apa yang dilakukannya. Kinerjanya yang rapi dan berhasil membongkar kasus Nixon tentu sangat menarik. Siapa sesungguhnya ia, dan apa motifnya? Tentu menarik menyimak buku ini karena banyak sekali pernik yang diungkap penulisnya dalam buku tipis ini. Bahasanya yang padat, ringkas, serta data-datanya yang akurat menjadi sebuah kekuatan buku ini.***

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

StopGlobalWarming.org