| Benci dan Cemburu |
| Minggu, 27 Januari 2008 | |
|
Antara Aku dan Dia
Penulis : Agnes Jessica Penerbit: Gramedia, Jakarta Cetakan: Pertama, November 2007 Tebal : 217 halaman Seperti tak mau kalah, novel-novel dewasa pun banyak bermunculan. Novel yang biasa isinya didominasi oleh kehidupan remaja, kini harus bersaing dengan novel-novel dewasa. Walaupun dua-duanya punya pembaca tersendiri. Nah, salah satu novel dewasa itu adalah Antara Aku dan Dia, hasil karya Agnes Jessica, yang sudah “melahirkan” 31 novel. Ternyata walau berbeda jenis, rata-rata masalah cinta tidak pernah luput dari pembahasan penulis, termasuk novel ini. Cerita dalam novel ini berawal ketika Shasa, anak pengusaha kaya di Metro Lampung yang lari dari rumah karena dipaksa menikah. Sementara itu, di saat rencana kaburnya itu ada seorang pemuda bernama Sultan, anak pegawai ayah Shasa yang berniat membunuh ayah gadis itu, akan dibunuh oleh pesuruh ayahnya. Karena suatu hal, Shasa dan Sultan kabur bersama, tujuan mereka adalah Jakarta. Tanpa terduga mereka terdampar di sisi gelap kehidupan metropolitan. Mereka berdua terjebak dan saling bergantung untuk beratahan hidup. Karena tiadanya uang, mereka terpaksa tinggal bersama dan mengaku sebagai kakak-adik, walau sebenarnya saling benci. Namun belakangan, Shasa mengetahui bahwa hatinya telah terisi oleh Sultan sejak pandangan pertama. Shasa mulai kelihatan cemburu jika Sultan berdekatan dengan wanita lain, terutama pada Katrina, tetangganya yang sangat cantik. Begitu juga Sultan, ia kelihatan marah ketika Shasa berduaan pergi bersama Yakub, bos tempat ia bekerja. Jakarta yang keras menekan mereka sampai batas kekuatan terakhir. Mampukah mereka bertahan di tengah godaan untuk dorongan mencari uang secara ilegal? Apakah Shasa dapat bertahan ataukah pulang menyerah untuk kembali ke sarang nyaman yang dihuninya selama ini? Semuanya akan dapat Anda temukan dalam novel 217 halaman ini. Jika dilihat dari segi isi, sungguh suatu hal yang sangat menarik. Penulis berhasil menuangkan semua masalah sosial yang selama ini menggerogoti ibu kota. Ibu kota lebih kejam dari ibu tiri, itu yang tergambar dari novel ini. Bahasa yang digunakan pun tidak kaku. Walaupun novel ini bergenre dewasa, sepertinya ini bisa dijadikan referensi buat remaja yang ingin dewasa.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





