| Mitos & Fakta |
| Minggu, 27 Januari 2008 | |
|
Seputar Kehamilan Sering dengar orang berkomentar begini, “Wah, kamu suka pakai baju bunga-bunga, rajin dandan, dan tampak lebih cantik saat hamil. Pasti nanti anaknya perempuan!” Atau yang begini, “Kamu jelek sekali. Pasti anak kamu nanti laki-laki!” Percaya tidak dengan ”ramalan’’ itu?
Kesannya sok tahu deh ya, padahal siapa juga yang ingin terlihat kucel dan buruk saat berbadan dua. Konon katanya, perempuan justru terlihat paling cantik saat sedang mengandung. Jadi tidak peduli anaknya kelak laki-laki atau perempuan. Mitos, mungkin sama tuanya dengan bahasa itu sendiri. Beberapa mitos dapat bertahan karena memberikan nasihat yang sesuai dengan pengalaman sehari-hari. Namun, banyak mitos, terutama mitos sekitar kehamilan dan melahirkan, terbukti salah atau tidak efektif sesuai dengan kemajuan kedokteran dan teknologi. Sebut saja mitos soal mendeteksi jenis kelamin bayi yang berada dalam kandungan. Mitos mengatakan, dengan menjuntaikan cincin di atas sekitar perut yang mengandung, bila cincin mengayun dari kiri ke kanan atau sebaliknya, maka bayinya perempuan. Bila mengayun berputar, bayinya laki-laki. Tentu saja, pembacaan melalui USG mungkin tidak seasyik menjuntai cincin di atas perut, tetapi hasil tesnya sudah pasti lebih akurat. Tapi, nggak ada salahnya kan kalau kita mengulas soal mitos-mitos yang banyak ditemui perempuan hamil sekaligus mengetahui faktanya! 1. Kalau malas dandan janinnya laki-laki. Fakta: Tergantung jenis yang mana Anda. Kalau pada dasarnya sejak sebelum hamil suka dandan, biasanya kebiasaan ini berlanjut juga saat berbadan dua. Saat pembuahan terjadi, jenis kelamin jabang bayi sudah ditentukan, kalau punya kromosom XX berarti perempuan, kalau XY ya laki-laki. Secara ilmiah tidak ada hubungan antara suka dandan dan jenis kelamin bayi. Itu semata karena perubahan hormonal pada si ibu kok. 2. Kalau ibu suka warna cerah, janinnya perempuan. Fakta: Kembali lagi, ini masalah selera kok. Kalau memang moodnya lagi ingin pakai baju bunga-bunga sekaligus mengikuti tren, kan tidak salah mesti nanti jabang bayi yang lahir berjenis kelamin laki-laki? Meski sebagian anggapan benar kalau saat hamil suka warna biru berarti bayinya laki-laki, namun ini bukanlah patokan yang layak dijadikan pegangan. 3. Jadi gampang pikun kalau mengandung janin perempuan. Fakta: Masa sih? Tapi mungkin ada benarnya juga, walaupun sifatnya tidak absolut. Penelitian di Kanada menunjukkan para ibu yang mengandung janin laki-laki memiliki nilai tes yang lebih baik secara bermakna dibanding para ibu yang mengandung janin perempuan dalam tes daya ingat, berhitung, dan visualisasi. Para peneliti menduga ini karena faktor bawaan janin yang belum diketahui yang mempengaruhi kemampuan kognisi ibu. Namun secara ilmiah bisa diuraikan bahwa pada kondisi hamil terjadi perubahan sistem sirkulasi darah, dimana untuk mencukupi kebutuhan darah terjadi pengenceran darah sehingga pada kondisi hamil kadar hemoglobin turun. Nah, secara tak langsung asupan oksigen juga menurun dan diduga hal inilah yang menyebabkan gangguan ingat secara tidak langsung 4. Leher yang menghitam menandakan janin laki-laki. Fakta: Perubahan warna kulit ibu hamil akibat meningkatnya progesteron dan melanosit, yaitu hormon yang mengatur pigmentasi kulit. Makanya guratan juga muncul di tengah perut, kadang-kadang muncul garis hitam dari pusar ke bagian pubis, juga leher terlihat menghitam. Ini bisa terjadi baik janinnya perempuan atau laki-laki. Namun jangan cemas, warna hitam akan menghilang setelah melahirkan. 5. Bila perut ibu buncit membulat berarti janinnya perempuan. Fakta: Bentuk perut ibu hamil yang lonjong atau buncit bulat tergantung dari posisi janin dalam kandungan, bukan jenis kelaminnya. Jika janin melintang, perut akan terlihat melebar. Namun jika janin memanjang perut akan terlihat tinggi. Bentuk perut ibu hamil tergantung pada elastisitas otot. Saat hamil anak pertama, otot masih kencang sehingga perut akan terlihat bulat. Sebaliknya jika pernah hamil beberapa kali, otot mulai kendur, sehingga perut tampak ‘’turun’’. Jumlah cairan ketuban yang banyak akan membuat bentuk perut lebih besar dan bulat. Nah, jadi jangan sembarang percaya mitos ah...(dri/berbagai sumber) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





