Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Waspadai Penyusup!
Minggu, 27 Januari 2008
Nurizah Johan, Redaktur Pelaksana 
ZAKI, kelas 2 SD berlari pulang ke rumah sambil menenteng sebuah CD yang diperolehnya setelah membeli mainan dalam kotak berisi mainan gasing dan kertas undian. Harganya cuma Rp500. Kebetulan Zaki mendapat undian nomor tiga. Dan Zaki berhak memperoleh sebuah CD. Jika dilihat dari kulit luarnya berisi tembang cinta dari masa ke masa. Ada lagu Jamal Mirdad, Grace Simon dan penyanyi lawas lainnya. Tapi di CD nya tertulis ‘’House Musik Flamingo’’.

Sampai di rumah Zaki penasaran, dan ingin memutar CD tersebut. Ternyata, lagu pertamanya diawali dengan alunan house musik. Yang mengejutkan gambarnya berisi wanita muda berwajah oriental dengan pakaian seksi. Ada yang pakai bikini, ada juga pakai celana short di atas paha dan baju terbuka di atas perut, serta model lainnya yang hanya menutupi dada dan daerah V.

Untungnya Zaki tidak sendirian menontonnya. Kakak-kakaknya dan beberapa orang temannya, ikut pula melihat. Jadi, anak-anak tersebut heboh sambil mata tak lepas dari beberapa penari cewek seksi tersebut. Tentu saja kehebohan mereka mengundang perhatian orangtua Zaki, yang sedang berada di dapur. Bunda Zaki, bernama Juli, langsung ke depan dan sangat terkejut menyaksikan CD penari wanita yang nyaris telanjang itu.

Kenyataan di atas tentunya sangat memprihatinkan kita dan bangsa ini. Seperti kata Juli, setelah dia melihat semuanya, wanita yang menari tersebut tak ada bedanya dengan penari striptease yang ada di klub malam. Cuma saja striptease yang di CD itu, dilakukan di sebuah pasar malam di alam terbuka dan di stan mobil. Yang jelas, negaranya salah satu negara Asia. Kesimpulan itu dikatakan Juli jika dilihat dari wajah penari dan para pengunjung pasar malam. Juli juga tidak bisa memastikan negara mana. Bahkan dalam tebakannya bisa Thailand, Piliphina atau Cina dan bukan Indonesia. Tapi lagu-lagunya memang Indonesia, antara lain lagu kucing garong. Seolah-olah penari tersebut mengikuti irama lagu Indonesia, padahal bukan.

Berkaca dari peristiwa itu, bangsa Indonesia terutama anak-anak dan generasi mudanya, dengan nyata disusupi pornongrafi. Dengan uang Rp500 saja melalui jajanan anak-anak di sekolah, anak-anak sudah bisa menyaksikan sesuatu yang sangat tidak pantas dilihatnya. Tentunya berpengaruh kepada kelanjutan moral bangsa ini. Dan mungkin, peristiwa ini sudah dialami puluhan, ratusan bahkan ribuan anak usia sekolah dasar lainnya di Pekanbaru khususnya. Mengingat jajanan hadiah CD (pornografi) itu sangat disukai anak-anak.

Dampak lainnya anak-anak kita sudah terbiasa dengan judi. Jajanan tersebut berupa lotere yang berhadiah. Walau tak ada makanan yang mereka sukai, cuma sebuah permen, tetapi mereka sangat senang membeli lotere tersebut, karena berharap memperoleh hadiah yang ditawarkan.

Ada baiknya bahkan sebuah keharusan, para guru di sekolah menyeleksi jajanan anak muridnya melalui kantin sekolah. Hendaknya dilarang saja pemilik kantin atau pedagang sekitar sekolah yang menjual lotere.

Seperti lotere (judi) berselubung jajanan anak-anak yang dimaksudkan di sini, berupa kotak gambar kartun Power Rangers, Naruto, yang isinya mainan plastik atau permen. Setelah diteliti, tidak ada kode produksi dan siapa yang memproduksinya.

Selama ini, fokus kita memang lebih menitik beratkan anak-anak remaja, padahal penyusup sudah mengincar anak-anak SD. Tidak hanya pornografi, tetapi juga Narkoba dan aksi kekerasan.

Sebelum CD penari striptease ini ditemukan, jajanan yang sama juga menyediakan hadiah berupa CD Smackdown. Padahal sudah jelas, kalau Smackdown dilarang, karena sudah terbukti dampaknya terhadap anak-anak.

Entah siapa pelakunya, kita memang tidak tahu. Tampaknya semua ini memang sudah dikemas dengan baik. Ada maksud terselubung dan sangat jahat untuk meruntuhkan moral bangsa ini. Dan itu diupayakan dari segala sisi. Apakah media elektronik, cetak, pamflet, dan cara terselubung lainnya termasuk dengan menggunakan jajanan anak-anak.

Kita para orang tua memang harus waspada terhadap penyusup yang menghancurkan moral anak-anak kiat. Mereka sangat licik dan licin, tanpa kita sadari telah hadir di tengah kita. Jangan biarkan dia menjadi bagian dari kehidupan kita, sebab tujuannya sudah jelas, menghancurkan bangsa melalui generasi penerus. Mengutip Bang Napi, waspadalah! Waspadalah!

Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org